RMco.id  Rakyat Merdeka - Jalan utama Bandung-Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Tanjakan Hantap, Kampung Citengkor, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, kembali tertutup longsor susulan sepanjang 7 meter.

Akibatnya, arus kendaraan tertutup dari kedua arah, karena material longsor berupa batu besar bercampur lumpur serta pohon berbagai ukuran.

Kepala Pengawas Lapangan PPK Jabar Kementerian PUPR, Heri S mengatakan, jalur utama antarkabupaten di wilayah selatan Cianjur, kembali tertutup untuk kelima kalinya. Serta longsor kedua kalinya di lokasi yang sama. Sehingga, petugas berupaya melakukan evakuasi dengan alat seadanya, sambil menunggu alat berat datang.

Berita Terkait : Rektor IPDN Serahkan Bantuan Ke Korban Longsor Sumedang

"Longsor susulan terjadi tiba-tiba. Tidak ada hujan turun hari ini. Namun, tebing yang sedang dalam penanganan, kembali ambruk dengan material batu, lumpur dan pepohonan. Tidak ada korban jiwa atau materi dalam longsor yang menutup landasan jalan sepanjang 7 meter, dengan ketinggian beragam mulai dari 1,5 meter," katanya seperti dilansir Antara, Jumat (27/11).

Pihaknya dibantu TNI/Polri, relawan dan warga sekitar, dengan alat manual, berupaya menyingkirkan material longsor, agar jalur dapat dilalui minimal kendaran roda dua, sambil menunggu alat berat yang sudah meluncur ke lokasi dari titik longsor di Kecamatan Sukanagara, dibantu alat berat dari PUPR Cianjur dan Provinsi Jawa Barat.

Jalan utama Cianjur-Bandung itu ditargetkan dapat dilalui menjelang dini hari, setelah alat berat dan dump truk milik dinas terkait sampai ke lokasi.

Berita Terkait : KAI Daop 2 Bandung Salurkan Bantuan Rp 50 Juta Untuk Korban Longsor Sumedang

"Kita targetkan, menjelang dini hari jalan nasional penghubung antar kabupaten ini, sudah dapat dilalui. Minimal satu arah bergantian, karena menjelang malam, arus kendaraan dari kedua arah biasanya cukup tinggi," katanya.

Sementara Kepala Desa Sukabakti, Tatang mengatakan, longsor untuk kedua kalinya selama satu pekan terakhir, terjadi secara tiba-tiba diduga akibat masih labilnya tebing setinggi 35 meter yang belum tuntas ditangani dinas terkait.

Saat longsor terjadi, arus kendaraan yang melintas lengang. Sehingga, tidak ada korban jiwa atau kedaraan yang tertimpa material longsor.

Berita Terkait : Longsor Di Gunung Mas Puncak, Arus Lalu Lintas Bogor-Cianjur Ditutup

"Harapan kami, alat berat segera datang. Agar proses menyingkirkan material longsor dapat dengan cepat dilakukan, karena saat ini pembersihan dilakukan petugas gabungan dan relawan dengan alat manual. Ini merupakan longsor kedua kalinya selama satu pekan terakhir. Kami juga berharap penanganan tuntas dilakukan," pungkasnya. [HES]