RMco.id  Rakyat Merdeka - Kegiatan belajar tatap muka di sekolah akan kembali dibuka pada Januari 2021. Sebelum belajar tatap muka dimulai, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah (Pemda) melakukan simulasi terlebih dulu. Tujuannya, untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19 saat pembelajaran berlangsung.

"Simulasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak di tingkat daerah, mulai dari orang tua murid, sekolah, dan juga pemerintah daerah,” beber Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam keterangannya melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (26/11).

Berita Terkait : Wajar, Orangtua Khawatir Anak-anaknya Kena Covid

Dia menyebut beberapa hal yang harus disimulasikan. Pertama, kesiapan sekolah dalam menyediakan fasilitas kebersihan. Hal ini untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti fasilitas cuci tangan.Kedua, memastikan guru dan siswa selalu mengenakan masker selama pembelajaran tatap muka selama berlangsung.

Ketiga, sekolah wajib memiliki alat pengukur suhu untuk memastikan tidak ada warga sekolah yang menunjukkan gejala Covid-19.

Berita Terkait : Tatap Muka Sekolah Harus Utamakan Keselamatan Murid

Keempat, lanjut Wiku, sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka, harus mampu mengakses pelayanan kesehatan terdekat.

Kelima, sekolah harus memiliki pemetaan yang mencakup kondisi kesehatan apabila ada riwayat komorbid dan risiko perjalanan pulang-pergi. Termasuk, akses transportasi yang aman untuk siswa dan para gurunya.“Agar akhirnya dicapai kondisi ideal, sekolah tersebut bisa untuk tatap muka dan berahap,” tandasnya.
 Selanjutnya