RMco.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi  Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menyesalkan dan mengecam peristiwa pembunuhan keji di Sigi, Sulawesi Tengah.

Seperti diketahui, terjadi peristiwa pembunuhan terhadap empat orang di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (27/11). Polisi menduga, aksi keji ini dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Tindakkan pembunuhan satu keluarga di Sigi adalah tindakan yang melukai keadaban dan kemanusiaan karena tindakannya jelas menghancurkan nilai-nilai," kata Romo Benny, Sabtu (28/11).

Berita Terkait : Hentikan Saja Liga 1 2020, Mulai Musim Baru 2021

Demi menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara, Romo Benny meminta negara harus hadir untuk memberi jaminan rasa aman bagi masyarakat.

"Tindakan teror di Sigi harus segera diusut tuntas. Semoga aparat keamanan segera menghentikan aksi teror di Poso agar masyarakat mendapatkan rasa damai dan aman," harapnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan terungkapnya peristiwa itu bermula saat anggota Polsek Palolo pada Jumat (27/11) pukul 10.30 WITA, menerima informasi dari masyarakat, ada salah satu warga Dusun Lima Lewonu yang dibunuh secara kejam, dan beberapa rumah dibakar oleh orang tidak dikenal.

Baca Juga : Mensos Minta Pemda Siapkan Stok Sembako Di Daerah Banjir

"Kemudian anggota Polsek Palolo segera mendatangi TKP, dan pada pukul 13.00 WITA anggota yang dipimpin Kapolsek Palolo sampai di TKP. Sesampai di TKP anggota Polsek Palolo menemukan empat mayat dan tujuh rumah warga dalam kondisi terbakar," kata Awi dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (28/11).

Polres Sigi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 18.00 hingga 23.00 WITA. Selain itu, Tim Inafis Polda Sulteng juga diturunkan untuk melakukan evakuasi jenazah.

Petugas kepolisian juga turut menginterogasi lima orang saksi. Berdasarkan kesaksian mereka diketahui bahwa pelaku berjumlah sekitar 10 orang, tiga di antaranya membawa senjata api, terdiri dari dua senjata api genggam dan satu senjata api laras panjang. [FAQ]