RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam dua pekan terakhir, kasus Corona “meledak”. Bahkan, di pekan kemarin, terjadi tiga kali rekor kasus harian terbanyak. Kondisi ini membuat Presiden Jokowi sedih dan kecewa. Saat memimpin Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) membahas masalah ini di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin, Jokowi tertunduk lesu.

Ratas ini membahas mengenai Laporan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi. Yang hadir, antara lain Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Di awal rapat, Jokowi sempat melirik para peserta yang hadir. Namun, itu dilakukan saat menyapa dalam kata-kata penghormatan. Setelah itu, Jokowi lebih banyak menunduk ketika menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 yang kurang menggembirakan. Bicaranya pelan, banyak jeda, dan kerap tercenung.

Berita Terkait : Besok Pagi, Jokowi Terima Suntikan Vaksin Covid

Dalam arahan pertamanya, Jokowi memerintahkan Tito untuk mengingatkan kembali para gubernur, bupati dan wali kota untuk memegang penuh kendali penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di daerah masing-masing.

Pegangannya adalah angka-angka kasus. Mulai dari angka kasus aktif, kasus sembuh, angka kematian dan indikator-indikator ekonomi. "Sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ucapnya.

Jokowi kemudian bicara mengenai kondisi DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Menurut Jokowi, kedua provinsi itu butuh perhatian khusus. Sebab, terjadi peningkatan kasus Corona yang sangat drastis. "Dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis," perintahnya.

Berita Terkait : Jokowi Siapkan Opsi Terapkan Lockdown

Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memaparkan data perkembangan kasus Covid-19 per 29 November. Kasus aktif naik menjadi 13,41 persen. Lebih tinggi dari rata-rata pekan lalu, yakni 12,78 persen. Meski masih di bawah rata-rata dunia. Sementara, angka kesembuhan turun. Dari 84,03 persen pekan lalu, menjadi 83,44 persen. "Ini semuanya memburuk. Semuanya," ucap Jokowi, lalu tercenung beberapa detik.

Vaksinasi dan masalah ekonomi baru disinggung di penghujung pengantarnya. Nanti, ucap Jokowi, dia akan meminta kepastian kapan dimulainya vaksinasi dan menagih update data ekonomi.

Kenapa Jokowi lebih menunduk ketimbang memarahi anak buahnya? Pakar gestur Handoko Gani menduga, Jokowi sudah males marah-marah terus, tapi hasilnya tidak kelihatan.

Berita Terkait : Jokowi Tak Bisa Ditekan

"Presiden sudah agak males ngomongin dan mules. Mules dengan tindak-tanduk jajarannya," ucap Handoko, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya