RMco.id  Rakyat Merdeka - Memasuki hari keempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, banyak perkembangan yang didapat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu bagian dari black box atau kotak hitam pesawat. Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga berhasil mengidentifikasi 4 jenazah. Sementara pemerintah meminta Sriwijaya menjalankan kewajiban memberikan santunan Rp 1,25 miliar per korban.

Kotak hitam itu ditemukam tim penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL saat sedang menyisir bodi pesawat di kedalaman 20 meter di perairan Kepulauan Seribu, kemarin siang. Saat ditemukan, kotak hitam itu berada di antara puing pesawat yang sudah tertutup lumpur.

Berita Terkait : Menhub: Berkat Kerja Keras Tim Gabungan Dan Dukungan Moral Presiden

Awalnya, sekitar pukul 11 siang, tim penyelam yang dipimpin Mayor Laut Iwan menemukan komponen bagian dari kotak hitam. Temuan itu kemudian dilaporkan ke KRI Rigel. Dari temuan itu disimpulkan, kotak hitam tak jauh dari temuan tersebut.

Setelah istirahat siang, tim kembali menyelam. Perjuangan tim membuahkan hasil. Pukul 14.50 atau sepuluh menit sebelum tim naik ke atas, tim menemukan kotak hitam. Setelah diangkat baru diketahui kotak hitam yang ditemukan adalah rekaman data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR). 

Berita Terkait : Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Jasa Raharja Segera Serahkan Santunan

Menjelang Maghrib, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi datang ke lokasi dan menggelar konferensi pers. FDR yang berbentuk kotak berwarna merah yang ditempatkan di sebuah kotak bening berisi air untuk melindungi data dari kerusakan itu, kemudian diperlihatkan kepada awak media.

Setelah meceritakan kronologi penemuan kotak hitam itu, Hadi lalu menyerahkan kotak tersebut kepada Kepala Basarnas, Bagus Puruhito sebagai penanggung jawab operasi. Basarnas kemudian menyerahkan temuan itu ke Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.

Berita Terkait : Pencarian Black Box Sriwijaya Air Mengerucut Di Lima Titik Perairan Pulau Laki

Tim SAR gabungan masih mempunyai tugas berikutnya, yakni melakukan pencarian terhadap perangkat Cockpit Voice Recorder (CVR). Untuk diketahui, kotak hitam terdiri atas dua perangkat, yakni CVR dan FDR. CVR merekam data percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR berisi rekaman data penerbangan.
 Selanjutnya