RMco.id  Rakyat Merdeka - Istri eks sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Eks Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) itu seharusnya diperiksa Selasa (12/1) kemarin dalam perkara merintangi penyidikan kasus suap pengurusan perkara di MA dengan tersangka Ferdy Yuman. "Tin Zuraida tidak hadir tanpa keterangan. Akan dilakukan pemanggilan kembali," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (13/1).

Berita Terkait : Sempat Kabur, Sopir Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi Ditangkap Tim KPK Di Malang

Ali mewanti-wanti Tin agar memenuhi panggilan berikutnya. "KPK tetap menghimbau untuk kooperatif memenuhi kewajiban hukum tersebut," imbaunya. Sementara dua saksi lain Oktaria Iswara Zen dan Edna Dibayanti, juga tidak hadir. "Kedua saksi dilakukan penjadwalan ulang," tutur Ali.

Sementara hari ini, penyidik komisi antirasuah memanggil notaris bernama Ni Putu Nena BP Rachmadi sebagai saksi dalam kasus ini. "Diperiksa sebagai saksi bagi tersangka FY," ungkapnya.

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Ferdy Yuman ditetapkan sebagai tersangka karena ikut membantu menyembunyikan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono yang jadi buronan KPK. Bekas supir pribadi Rezky itu ditangkap KPK pada Minggu (10/1) di Malang, Jawa Timur.

Atas perbuatannya, Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [OKT]