RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi akhirnya sah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid Sinovac pada hari ini, Rabu (13/1).

Proses vaksinasi yang ditayangkan secara streaming via kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (13/1), berjalan lancar. Jokowi tak merasa sakit sedikit pun. "Nggak terasa sama sekali," kata Jokowi sambil tertawa ringan.

Dalam vaksinasi perdana Covid-19 ini, Jokowi disuntik oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof. Dr. Abdul Muthalib, SpPD-KHOM.

Meski penyuntikannya berjalan lancar dan tak menimbulkan rasa sakit, tangan Abdul Muthalib sempat terlihat gemetar. "Ya, namanya juga di awal. Tapi, dalam proses penyuntikannya, alhamdulillah lancar," kata Abdul Muthalib.

Berita Terkait : Panglima Hadi Minta Prajurit TNI Sukseskan Vaksinasi Covid-19

"Setelah saya suntik, Pak Presiden tidak merasa sakit sedikit pun. Alhamdulillah, saya berhasil menyuntik tanpa rasa sakit. Tadi, Pak Presiden komentarnya seperti itu. Tanpa rasa sakit," imbuhnya.

Abdul Muthalib dikenal sebagai seorang Ahli Penyakit Dalam, sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ia dikenal memiliki concern yang tinggi dalam bidang Hematologi dan Onkologi. Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah, dan penyakitnya. Sedangkan Onkologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang fokus pada penyakit kanker.

Onkologi terbagi menjadi beberapa subspesialisasi, yaitu onkologi medis, radiasi, bedah, ginekologi, anak, dan hematologi.

Berita Terkait : Jokowi Divaksin Corona, Rupiah Melesat

Abdul Muthalib sangat peduli terhadap kejadian kanker payudara di Indonesia, yang jumlahnya terus bertambah.

Pria kelahiran 3 Januari 1945 itu menamatkan pendidikannya di FKUI pada tahun 1969, kemudian mengambil spesialis Ilmu penyakit dalam FKUI pada tahun 1980, dan menjadi Konsultan Hematologi-Onkologi Medik di FKUI/RSCM pada tahun 1986.

Ia juga tercatat sebagai anggota International Society of Hematology (ISH) dan supervisor International Society of Thrombosis and Haemostasis (ASTH).

Beberapa daftar karya Ilmiah hasil penelitiannya antara lain Preliminary Results of Multicenter Phase II Trial of Docetaxel (Taxotere) in Combination with Doxorubicin as First Line Chemotherapy in Indonesia Patients with Advanced or Metastatic Breast Cancer, yang dimuat dalam Japanese Journal of Cancer and Chemotheraphy (2000) 

Berita Terkait : Jokowi: Nggak Terasa Sama Sekali...

Beberapa hasil karya ilmiah yang berupa buku adalah Prinsip- prinsip Pemantauan Pasien Kanker Rawat Jalan (1997) dan Terapi pada perawatan paliatif. Serta buku panduan untuk petugas kesehatan: Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri Pada Penyakit Kanker (2003).

Tahun 1999, Abdul Muthalib mendapatkan penghargaan Asian Clinical Oncology Society. [SAR]