RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman angkat bicara mengenai pemecatan dirinya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dia menegaskan, tidak pernah melakukan pelanggaran pemilu.

"Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu," tegas Arief di Jakarta, Rabu (13/1).

Berita Terkait : Partisipasi Capai 76 Persen, DPR Sebut Pelaksanaan Pilkada Berhasil

Untuk diketahui, DKPP menjatuhkan sanksi terhadap Arief Budiman, yakni pemberhentian dari jabatan Ketua KPU. Arief Budiman dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu karena mendampingi atau menemani Evi Novida Ginting Manik yang telah diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020 untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Tindakan Arief Budiman menerbitkan Surat KPU Nomor 663/SDM.13-SD/05/KPU/VIII/2020 dengan menambah klausul yang meminta Evi Novida Ginting Manik aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU Periode 2017-2022 merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang dalam kedudukan sebagai Ketua KPU RI.

Baca Juga : Yonex Thailand Terbuka, Tunggal Putri Tak Tersisa, Sektor Lain Terus Optimis

Yang sepatutnya menurut pertimbangan putusan Majelis DKPP Ketua KPU RI harus memastikan seluruh kerangka hukum dan etika dalam setiap tindakannya.

Selanjutnya, Arief menurut Majelis DKPP juga terbukti tidak mampu menempatkan diri pada waktu dan tempat di ruang publik karena dalam setiap kegiatan Arief di ruang publik melekat jabatan sebagai ketua KPU. [UMM]

Baca Juga : Angkasa Pura II Siapkan Tiga Jurus Jitu Bangkitkan Bisnis Penerbangan