RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyoroti pernyataan Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy Satyo Purwanto. Hal itu terkait dengan tudingannya kepada Herman Hery dan kasus korupsi bantuan sosial.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus menilai Satyo telah menghina atau mencemarkan nama baik, kehormatan, dan reputasi politik Herman Hery selaku Ketua Komisi III DPR.

Baca Juga : Dipecat Dari Ketua KPU, Arief: Saya Tak Pernah Melakukan Pelanggaran Pemilu

Bahkan dianggap sudah memenuhi unsur tindak pidana penghinaan melalui informasi elektronik yang menggiring publik untuk menempatkan Herman Hery ikut terlibat dalam tindak pidana korupsi Dana Bansos.

"Tindakan Satyo Purwanto, telah menghina dan/atau mencemarkan nama baik, kehormatan, reputasi poltik Herman Hery selaku Ketua Komisi III DPR dan tokoh nasional asal NTT, ini menggiring publik padahal perkaranya masih dalam penyidikan KPK," kata Petrus dalam keterangan pers Rabu (13/1).

Baca Juga : Yonex Thailand Terbuka, Tunggal Putri Tak Tersisa, Sektor Lain Terus Optimis

Petrus mengakui, dalam narasi Satyo memang menggunakan pernyataan dugaan. Namun, juga terdapat beberapa narasi yang terkesan menghakimi Herman Hery, bahkan juga menghakimi lembaga antirasuah.

"KPK seolah-olah hendak didikte Satyo Purwanto pada cara berpikir dan bertindak subjektif, sesat dan melanggar hukum," ujar Petrus dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Baca Juga : Angkasa Pura II Siapkan Tiga Jurus Jitu Bangkitkan Bisnis Penerbangan

Ia kemudian mengingatkan, KPK merupakan komisi negara dengan penyidik-penyidik yang profesional.

Tentu akan bertindak secara profesional pula dalam menangani setiap perkara dugaan korupsi yang ada, termasuk penindakan terhadap perkara hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan. [JAR]