RMco.id  Rakyat Merdeka - Vaksinasi Corona yang dimulai di Istana Negara, kemarin, berjalan sukses. Mereka yang disuntik happy-happy saja. Presiden Jokowi mengaku tak sakit sama sekali. Tak ada juga efek samping yang mengkhawatirkan. Begitu juga yang dirasakan para pejabat, Panglima TNI, Kapolri, dokter, guru, pengusaha, sampai artis, yang rame-rame disuntik bareng Presiden. Kalau sudah melihat fakta-fakta seperti ini, lalu masih ada yang nolak divaksin, norak deh ah...

Proses penyuntikan vaksin ke Jokowi tidak memakan waktu lama. Hanya berlangsung beberapa menit. Usai penyuntikan, dokter yang menyuntik bertanya ke Jokowi. “Nggak terasa sama sekali... He-he-he,” jawab Jokowi, sambil ketawa.

Usai penyuntikan, Jokowi masuk ke Ruang Oval, Istana Merdeka. Ia menjalani proses observasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) selama 30 menit. Selama 30 menit itu, Jokowi terlihat baik-baik saja. Jokowi mondar-mandir melihat para peserta yang disuntik vaksin.

Berita Terkait : Jangan Ditiru, Tokoh Parpol Yang Nolak Divaksin Covid

Ada sekitar 22 orang dari berbagai latar belakang, ikut divaksin di Istana, kemarin. Mulai dari anggota kabinet, perwakilan organisasi profesi dokter, perawat, guru, tokoh agama, TNI/Polri, artis, pengusaha, buruh, hingga pedagang pasar.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar bersyukur melihat lancarnya proses vaksinasi ke Jokowi. Dengan kesuksesan vaksinasi itu, dia meminta masyarakat tidak ragu dengan kualitas vaksin yang disiapkan pemerintah.

Presiden Jokowi sudah memberikan contoh. Itu artinya, vaksin Covid-19 ini dipastikan aman. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita semua untuk menolak vaksin,” ucapnya, kemarin.

Berita Terkait : Gatal Pasca Vaksin, Harus Segera Berobat

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban prihatin masih munculnya penolak vaksin. “Vaksin ini sangat penting untuk mencegah Corona semakin mewabah,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menyarankan, pemerintah mengedepankan cara-cara persuasif dalam sosialisasi. Narasi-narasi hukuman pidana bagi penolak vaksin sebaiknya dikurangi. Ganti dengan sosialisasi yang kreatif dan edukatif.

Zubairi meyakini, para penolak vaksin ini bukan karena jahat. Melainkan karena kurang paham. Karena itu, tugas pemerintah memberikan pemahaman.

Berita Terkait : Jokowi, Pemimpin Dunia Pertama Yang Disuntik Vaksin Covid Sinovac

Untuk memperkuat analisisnya, Zubairi membeberkan pengalaman saat memberikan edukasi bahaya HIV/AIDS. Awalnya, banyak masyarakat yang menolak. Namun, setelah diberikan penjelasan dengan cara baik-baik, masyarakat akhirnya kenal dan paham.
 Selanjutnya