RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri ngebut merapikan berkas perkara dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Berkas perkara akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Pengusutan perkara ini bakal ditangani penyidik Gedung Bundar. “Berkas acara pemeriksaan saksi, pelapor, serta dokumen perkara dijadikan satu bundel untuk dibawa ke Kejagung,” kata Kepala Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan.

Setelah berkas rapi, Bareskrim dan Kejaksaan Agung bakal kembali melakukan gelar perkara bersama di Gedung Bundar.

Baca Juga : Masih Nolak Vaksin Covid? Norak Deh...

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan, Febrie Adriansyah mengatakan, gelar perkara untuk mengetahui pengusutan yang sudah dilakukan kepolisian. “Sejauh mana progres rekan-rekan penyidik di Mabes Polri,” katanya.

Menurut Febrie, gelar perkara belum sampai tahap menentukan pihak yang bakal dibidik sebagai tersangka. “(Calon tersangka) masih kita simpan, karena kita menunggu ekspose (gelar perkara) dulu,” katanya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Agung ditunjuk menangani kasus dugaan korupsi di tubuh Asabri. Keputusan ini diambil usai kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ke Kejaksaan Agung.

Baca Juga : Listyo Tanpa Sandungan

“Calon tersangkanya hampir sama antara (kasus) Jiwasraya dan Asabri,” kata Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin usai pertemuan.

Namun ia enggan mengungkapkan siapa mereka. “Saya tidak menyebut nama dulu deh. Yang sementara ada dua dulu,” elak Burhanuddin.

Kasus korupsi di Asabri ini juga terkait dengan pengelolaan dana investasi. Kejaksaan Agung telah berhasil mengungkapkan modus serupa pada kasus PT Asuransi Jiwasraya. “Tentunya kami sudah bisa memetakan masalah ini,” katanya.

Baca Juga : Jangan Ditiru, Tokoh Parpol Yang Nolak Divaksin Covid

Jumlah kerugian yang dialami Asabri pun hampir sama dengan Jiwasraya. “Kerugiannya Rp 17 triliun. Jadi mungkin lebih banyak sedikit dari Jiwasraya,” sebut Burhanuddin.
 Selanjutnya