Kasus Pengaturan Skor

Pekan Depan, Satgas Panggil Eks Bendahara PSSI

Mantan bendahara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan. (Foto : istimewa)
Klik untuk perbesar
Mantan bendahara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Satgas Antimafia Sepakbola terus mengembangkan kasus pengaturan skor. Pekan depan, Satgas berencana memanggil mantan bendahara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan untuk dimintai keterangan.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono di Gedung Mabes Polri, mengatakan pemanggilan Berlinton Siahaan yang juga mantan direktur utama PT Liga Indonesia Baru itu terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman.

Berita Terkait : Ketum PSSI Minta Satgas Antimafia Bola Kawal Timnas Indonesia

"Sekarang sedang proses melengkapi keterangan saksi, dilakukan pemanggilan saksi nanti diteruskan proses pemberkasan. Saksi atas nama Berlinton," tutur Syahar di Jakarta, Selasa (26/3).

Sebelumnya, dalam kasus dugaan pengaturan skor Madura FC lawan PSS Sleman dalam kompetisi Liga 2 tahun 2018 itu, satgas telah menetapkan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat sebagai tersangka.

Berita Terkait : Berantas Mafia Bola, PSSI dan Polri Bersinergi

 Hidayat belum diperiksa karena mengaku sedang sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. Polri telah mengirim Dokpol untuk memeriksa kondisi Hidayat apabila tetap dimungkinkan dilakukan pemeriksaan.

Mantan manajer PSS Sleman Sismantoro dan pelatih PSS Seto Nurdiyantoro pun telah diperiksa Satgas Antimafia Bola. Sejumlah dokumen juga disita satgas saat dilakukan penggeledahan di rumah Hidayat yang berlokasi di Jalan Raya Klakah Rejo Surabaya pada akhir Januari 2019.

Baca Juga : Van Dijk Tak Butuh Rekor

Beberapa barang yang disita, antara lain buku rekening, dua unit "laptop" atau komputer jinjing, "flasdisk", serta dokumen catatan pribadi lainnya. Hidayat diduga mengatur pertandingan Madura FC lawan PSS Sleman dan menawarkan sejumlah uang mulai dari Rp100 juta kepada Manajer Madura FC Januar Herwanto. Ia merupakan tersangka pertama dari kasus mafia bola di Liga 2. [IPL]