RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa notaris, Ni Putu Nena BP Rachmadi pada, Rabu (13/1). 

Dia digarap sebagai saksi kasus merintangi penyidikan perkara suap gratifikasi eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dengan tersangka, Ferdy Yuman. 

Berita Terkait : KPK Fasilitasi Kerja Sama GIZ Dengan 6 Pemda Di Papua Dan Papua Barat

"Saksi didalami keterangannya terkait  proses sewa menyewa rumah yang berlokasi di JL. Simprug Golf, Jakarta, yang diduga sebagai salah satu tempat persembunyian NHD (Nurhadi) dan kawan-kawan, saat ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)," beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (14/1). 

Ferdy Yuman ditetapkan sebagai tersangka karena ikut membantu menyembunyikan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono yang jadi buronan KPK. Bekas supir pribadi Rezky itu ditangkap KPK pada Minggu (10/1)  di Malang, Jawa Timur.

Berita Terkait : KPK Cecar Eks Sekda Banjar Soal Proyek Infrastruktur

Atas perbuatannya, Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [OKT]