RMco.id  Rakyat Merdeka - Ulama Syekh Ali Jaber wafat Kamis (14/1) pagi ini setelah berjuang melawan Covid-19. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD amat kehilangan.

"Inna lillah wa inna ilaihi raji’un," kicau Mahfud MD melalui akum Twitter-nya @mohmahfudmd Kamis (14/1).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebut, Indonesia kehilangan sosok yang menyatukan umat dengan wafatnya ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi 3 Februari 1976 ini.

Berita Terkait : SBY: Syekh Ali Jaber Ulama Yang Teduh, Jauh Dari Ujaran Kebencian

Selama dakwahnya di Indonesia, Mahfud menilai, Syekh Ali Jaber sebagai sosok yang mampu bikin bangsa Indonesia bersatu. Syekh Ali Jaber juga dinilainya menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah.

"Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan pemerintah. Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati, beliau memanggil saya “Guru” atau “Ayah”," ungkap Mahfud.

Mahfud MD pun mengenang sosok Syekh Ali Jaber. Sebelum dinyatakan terinfeksi Covid-19, Mahfud MD sempat mendapatkan cinderamata dari Syekh Ali Jaber.

Berita Terkait : Khofifah: Syekh Ali Jaber Ulama Yang Peduli Penyandang Disabilitas

"Beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19, Syekh Ali Jaber ke rumah saya, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kabah," terangnya.

Saat itu, Syekh Ali Jaber mengutarakan niat baiknya membangun dan mencetak sejuta penghafal Al Quran di Tanah Air.

"Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Quran. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul. Mohon dukungan proses perizinan," pungkas Mahfud.

Berita Terkait : Innalillahi, Syekh Ali Jaber Tutup Usia

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (14/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Syekh Ali Jaber sempat dirawat sejak tanggal 29 Desember 2020 karena terinfeksi Covid-19. [FAQ]