RMco.id  Rakyat Merdeka - Terdakwa kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham merupakan salah satu dari 63 tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang akan nyoblos di Rutan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu memastikan akan menunaikan hak pilihnya. “Kan nggak ada pencabutan hak politik, ya nyoblos dong,” seloroh Idrus di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Namun, Idrus merahasiakan siapa yang akan dicoblos. “Katanya pemilu itu bebas, langsung, dan rahasia. Masak saya sebutin nyoblos siapa,” ujarnya. 

Baca Juga : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

Idrus mengingatkan, Pemilu merupakan momentum menentukan nasib bangsa ke depan. Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu pun menghimbau warga yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakannya di bilik suara besok. Jangan sampai golput. Pilihan juga harus betul-betul didasarkan pada pertimbangan rasional dan obyektif.  “Sebagai anak bangsa, kita tentu punya harapan. Jangan golput. Mari kita gunakan hak kita sesuai hati kita. Kita datang ke TPS, kita coblos sesuai yang ada dalam hati nurani. Rasionalitas,” imbau Idrus. 

Saat ini, total tahanan KPK  berjumlah 167 orang. Rinciannya, 104 tahanan titipan dan 63 bermukim di Rutan KPK. Para tahanan yang akan ikut mencoblos di kantor KPK berasal dari Rutan KPK di Kuningan Persada, Rutan KPK di gedung lama C1, dan Rutan Pomdam Jaya, Guntur.

Baca Juga : Pasien Sembuh Di Flat Isolasi Mandiri Sebanyak 145 Orang

Lokasi pencoblosan itu merupakan hasil keputusan bersama KPK dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kedua lembaga itu sepakat mendirikan TPS 12 di lokasi Gedung Merah Putih. [OKT]