Hari Ini, Staf Ahli Bowo Sidik Diperiksa KPK

Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)7
Klik untuk perbesar
Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)7

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf Ahli Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso yang bernama Santosa, terkait kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Logistik Indonesia (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Rabu (24/4).

Santosa akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti (AWI).

Baca Juga : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (24/4).

Selain itu, KPK juga memanggil 4 saksi lainnya untuk tersangka Asty. Keempatnya adalah Okta (ajudan Bowo Sidik), Clara Agustine (Staf PT Inersia Ampak Engineering), Latif (Staf PT HTK), dan Desi Ardinesti (Staf Keuangan PT HTK).

Baca Juga : Tak Muluk-muluk, Cita-cita Fadel Cukup Wapres 

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 tersangka. Yaitu, Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso (BSP), Indung (IND) dari unsur swasta, dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti.

KPK telah mengamankan 82 kardus dan 2 boks kontainer yang berisi sekitar 400 ribu amplop berisi uang, yang diduga disiapkan oleh Bowo. Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu, yang telah dimasukkan ke dalam amplop-amplop tersebut.

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak. [OKT]