Keseret Kasus, Gagal Ke Senayan

Lukman Senasib dengan Nahrawi

Menteri Agama Lukman Hakim Saipudin (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Menteri Agama Lukman Hakim Saipudin (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nasib dua menteri ini, Menpora Imam Nahrawi dan Menag Lukman Hakim Saifuddin, sama-sama ngenes. Selain terseret dalam pusaran kasus di KPK, mereka sama-sama tidak terpilih sebagai anggota DPR.

Lukman terseret kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menjerat eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Romy. Keterlibatan Lukman dalam kasus ini diduga “cukup kuat”.

Ini diawali dari penggeledahan di ruang kerja Lukman pada 18 Maret lalu. Penyidik KPK menemukan uang Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS. Komisi antirasuah memastikan uang itu terkait perkara yang menjerat Romy.

Berita Terkait : Imam Nahrawi Bakal Segera Disidangkan

“Yang pasti ketika ada barang bukti yang disita berarti itu diduga terkait dengan pokok perkaranya,” kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, kemarin. Temuan uang ini ditanyakan penyidik saat memeriksa Lukman pada Rabu (8/5) pekan lalu.

Tak tertutup kemungkinan penyidik bakal kembali memeriksa Lukman. Selain uang ratusan juta yang disita dari ruang kerja Lukman, KPK juga menemukan adanya pemberian uang Rp 10 juta dari Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin kepada Lukman.

Haris yang kini telah menyandang status tersangka itu memberikan uang kepada Lukman sebagai ucapan terima kasih karena telah memilih dan melantiknya sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Baca Juga : Soal Blok Rokan, Pemerintah Diminta Tegas Ke Chevron

Lukman telah melaporkan penerimaan uang itu kepada Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, Direktorat Gratifikasi KPK tidak menindaklanjuti laporan tersebut karena dilakukan Lukman beberapa hari setelah tim penyidik menangkap sejumlah pihak terkait kasus ini.

Sementara Imam terseret kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI. Dalam surat tuntutan Jaksa KPK terhadap dua terdakwa kasus suap dana hibah KONI, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy, Imam disebut menerima uang senilai total Rp 11,5 miliar.

Penyerahan uang itu melalui staf pribadi Imam, Miftahul Ulum dan protokoler Kemenpora Arief Susanto secara bertahap. Rinciannya, pada Februari 2018, diserahkan Rp 500 juta lewat Ulum.

Baca Juga : Kasus Blok Muriah, Petronas Harus Patuhi Kontrak

Maret 2018, Rp 2 miliar, juga lewat Ulum. Pada Mei, sebesar Rp 3 miliar lewat Arief. Sementara Juni, 2 kali penyerahan kepada Ulum, masing-masing Rp 3 miliar.
 Selanjutnya