Tol Trans Jawa

Ngopi - Tol Trans Jawa
Catatan : RIFFMY

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada yang berbeda pada tradisi mudik Lebaran tahun ini. Tak terdengar lagi kabar pemudik harus menempuh perjalanan berhari-hari untuk pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Kemacetan yang menjadi “tradisi” Lebaran mulai terkikis. Lebaran tahun ini, jalan tol Trans Jawa telah berfungsi penuh. Sambung menyambung. Mulai dari Merak, Banten hingga berakhir di Probolinggo Timur, Jawa Timur.

Lama perjalanan pun terpangkas drastis. Saya sempat mengecek lama perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan aplikasi Google Maps. Jika melalui jalan tol Trans Jawa sekitar 10 jam.

Lalu saya bandingkan dengan lama perjalanan jika tak lewat jalan tol. Jalurnya melalui jalan nasional rute 01. Menyisir pantai utara (pantura) Jawa. Perkiraan waktu perjalanan sekitar 19 jam. Sembilan jam lebih lama.

Berita Terkait : Mudik Bareng, Jasa Raharja Komandoi 106 BUMN

Seorang pemudik tujuan Surabaya memberitahu menempuh perjalanan hampir 12 jam. Dua jam lebih lama dari perkiraan aplikasi. Perjalanan kerap tersendat ketika hendak melintasi rest area yang berada di sepanjang tol Cikampek hingga Cipali. Untuk masuk ke rest area, kendaraan harus antre.

Saking membludaknya pemudik yang ingin istirahat, makan, salat maupun buang air di rest area. Pada hari kedua Lebaran saya masih mendapati rest area di sepanjang tol Cikampek-Cipali dipenuhi pemudik.

Mereka yang tidak kebagian tempat parkir, menepikan kendaraan di pintu keluar rest area. Parkir di bahu jalan. Mereka istirahat di atas aspal. Ber - alaskan tikar.

Sambil menyantap bekal makanan-minuman. Saya melihat ada yang membawa termos air panas, menyeduh kopi. Mirip piknik. Yang kebelet buang air kecil, melipir ke semak-semak.

Berita Terkait : Isme-isme Trans Nasional Non Agama (1)

Panggilan alam pun dituntaskan di tempat itu. Tanpa malu dilihat orang di sekitarnya. Untuk mengurai kemacetan di sekitar rest area di Cipali, kepolisian menerapkan contra flow. Selepas Cipali, tak ditemukan lagi kepadatan di rest area.

Perjalanan lancar. Saya pun mengalami sendiri keterlambatan tiba di tujuan akibat tersendat di rest area. Meski begitu, perjalanan masih lebih cepat ketimbang lewat jalur nontol.

Seorang pemudik tujuan Madiun, Jawa Timur mencatat rekor perjalanan mudik tercepat pada Lebaran tahun ini. Berangkat tengah hari, tiba di kampung halamannya selepas adzan Isya. Itu sudah termasuk waktu istirahat. Perjalanan lancar lantaran penerapan one way sejak Cikampek hingga menjelang Semarang.

Beberapa tahun lalu, ia pernah mengalami salat Ied di kampung orang. Lantaran masih terjebak kemacetan arus mudik. Mandi di toilet SPBU. Cerita “kengerian” arus mudik itu kini tinggal kenangan.

Berita Terkait : Belajar Wirausaha

Teman saya berharap pemerintah bisa merampungkan pembangunan ruas tol Probolinggo-Banyuwangi tahun ini. Ia sudah membuat rencana hendak mengajak orang tuanya berlibur ke Bali. Melalui jalur darat. Lewat tol Trans Jawa. ***