Urusan Politik Dibikin Akur Aja Deh...

Catatan : MUHAMMAD RUSMADI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekali lagi, apa yang dikhawatirkan sebagian kita soal kian memanasnya efek pilpres belakangan, agaknya cu­ma efek media sosial (medsos) saja. Kita tahu, di medsos pola komunikasi kan memang nggak face to face alias berhadapan langsung. Tapi ngumpet. Identitas bahkan kadang nggak yang asli.

Makanya, orang mungkin merasa “jauh” dengan lawan bica­ranya. Apala­gi di sebuah grup misal­nya, yang ketika menyampaikan sebuah pernyataan, tidak ditujukan langsung pada pribadi tertentu. Biasa­nya status atau ko­men­tarnya bernada be­rani, tajam. Bah­kan kadang atau ma­lah sering, kasar. 
 
Tentu beda bila orangnya berhada­pan di sebuah forum pertemuan lang­­sung kan? Tentu pernyataan yang di­lontarkan takkan seberani saat tak bertemu. Memang ada, yang me­re­kam video pernyataannya sen­diri misalnya. Bahkan dengan menam­pakkan wajahnya. Tapi jumlahnya tentu tak banyak. Saya memang tak punya data resmi.
 
Namun yang jelas, memang tak banyak orang yang berpikir mela­kukan sesuatu yang mungkin bagi kebanyakan orang terkesan konyol itu. Menyerang kubu lawan secara te­rang-terangan.

Komunikasi ala medsos belakangan, mungkin ibarat saudara-saudara kita yang tinggal di pedalaman. Yang ketika berkomunkasi mungkin de­ngan orang lain entah di seberang su­ngai. Atau di bukit sebelah sana. Sehingga bicaranya harus keras. Nya­ring. Bagi orang yang baru men­dengar, mungkin terkesan kasar. Pa­da­hal maksudnya mungkin, ya itu tadi, supaya jelas s­a­ja. Nggak ngang­gap budek juga lho, ya. Hehe.

Idealnya, sepanas apapun suhu politik menjelang pilpres seperti sekarang, kan enaknya harus disikapi de­ngan hati yang adem. Iya dong. Ka­lau panas, kan jelas nggak enak hawanya. Gerah. Bawa senyum aja. Nyengir-nyengir, boleh lah. Bukan gontok-gontokan. Debat tentu boleh, selama masuk akal. Nggak emosional. Apalagi hingga berbalas maki di medsos (meski gi­liran ketemu, senyam-senyum aja hehe). Tapi yaaa, rasanya tetap nggak asyik kan?
 Selanjutnya 

RM Video