Jangan Percaya Calo Mas!

Catatan : SISWANTO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Calo, di mana pun sepertinya memang sulit diberantas. Di era digitalisasi seperti sekarang ini pun, praktik calo masih banyak terjadi. Ada yang secara sembunyi-sembunyi. Tapi ada juga yang terang-terangan unjuk gigi.

Saya punya pengalaman itu. Pekan kemarin, saya pergi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di daerah Kemayoran. Saya urus tilang. Harusnya jadwal sidang pertengahan bulan Ramadan lalu. Karena telat, sesuai aturan ambilnya di Kejaksaan.

Berita Terkait : Jangan Peras Calon Investor

Saya sengaja pilih datang selepas Zuhur. Biasanya, kalau menjelang jam tutup kantor, antrian tidak terlalu panjang. Tunggu sebentar, beberapa menit kemudian, sudah kelar.

Usai parkir kendaraan, saya bergegas menuju lokasi pengambilan tilang. Jaraknya tidak terlalu jauh dari parkiran. Hanya sekitar belasan meter.

Berita Terkait : Alarm Bahaya Buat Madrid

Belum juga sampai lokasi, saya dikagetkan dengan dua orang pria. Mereka sengaja menghadang. “Mau ambil tilang ya mas?” tanya pria di sebelah kanan. “Iya,” jawab saya. “Sini mas, biar saya bantu,” kata pria yang tadi.

Ternyata mereka itu calo. Agar saya bersedia menggunakan jasanya, mereka pun kasih beberapa keterangan. Intinya, mereka ingin bilang pada pengunjung yang datang kalau urus tilang itu lama dan ribet.

Berita Terkait : Perang Langit

“Harus bayar ke bank dulu, nanti slipnya ditunjukin di loket. Antri di loket aja lama mas. Kalau kita urus, mas tinggal tunggu di sini. Paling lama setengah jam, beres,” kata calo tadi.


Saya nggak percaya dengan penjelasannya. Dari rumah, saya memang tidak ada niat mau pakai jasa calo. Bagi saya, kalau mau lebih simple lagi, saya bisa langsung bayar denda di ATM. Terus langsung ke polisi yang menilang tanpa perlu tunggu jadwal sidang. Lebih simple dan cepat.
 Selanjutnya 

RM Video