PKH Ringankan Beban Hidup PRT

Ngopi - PKH Ringankan Beban Hidup PRT
Catatan : M FIKY AZIS

RMco.id  Rakyat Merdeka - Program Keluarga Harapan (PKH) sangat membantu masyarakat kecil, khususnya berpenghasilan rendah. Bantuan sosial ini diharapkan bisa terus dilanjutkan di pemerintah baru nanti. Harapan itu disampaikan oleh Kusharia (45) Pekerja Rumah Tangga (PRT) saat berbincang-bincang soal manfaat dana PKH yang diberikan oleh pemerintah buat masyarakat kecil. 

Setiap harinya, Kusharia bekerja sebagai PRT selama 6 jam. Pekerjaan dimulai dari Pukul 8.00 pagi sampai 13.00 WIB siang. Selama sebulan, ia mendapat gaji sebesar Rp800 ribu. Hasil kerjanya itu digunakan untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari. Sebagai PRT, Kusharia yang dikaruniai tujuh anak ini selalu semangat berjuang menghidupkan keluarganya tanpa lelah.

Berita Terkait : Sinergi BUMN Ringankan Derita Korban Banjir Lebak

Suaminya, adalah pekerja kontrak sebagai teknisi IndiHome. Menjadi PRT bukanlah impian dari Kusharia atau yang biasa dipanggil dengan nama Mba Kus. Ia menjadi PRT karena tidak ada pilihan lain. Pekerjaan ini dilakonin untuk menambah agar dapurnya tetap ngebul. Ia ingin anak-anaknya bisa terus sekolah sampai ketingkat perguruan tinggi.

Dari tujuh anaknya, ada tiga yang masih duduk dibangku sekolah. Dua di SD Negeri Jatiwaringin XI Pondok Gede dan satu di SMA Sandika Jatirahayu. Meski iuran sekolah negeri gratis, kebutuhan seragam sekolah dan alat tulis harus dibeli sendiri. Biaya kebutuhan sekolah ini sangat berat buat kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah, seperti saya. Belum lagi mahalnya harga kebutuhan pokok saat ini.

Baca Juga : Makin Meroket, Virus Wuhan Kini Telan 80 Korban Jiwa, Total Kasus Global 2.510

Ia mengaku, selalu keteteran membayar SPP sekolah anaknya setiap bulan. Belum lagi buat beli seragam sekolah, buku tulis, tas dan sepatu anak-anaknya. Kebutuhan ini membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Beban hidupnya pun semakin berat. Nah, sejak ada bantuan dana PKH ini diberikan, beban hidup saya mulai agak ringan. Bantuan dana PKH sangat membantu dan membuat anaknya rajin belajar.

Kusharia merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan dana PKH. Untuk mendapat dana PKH, menurutnya tidak sulit. Syaratnya, menyerahkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas di daerahnya. Setiap tiga bulan sekali, saya mendapat dana suntikan dari PKH sebesar Rp956 ribu. Untuk tingkat SD mendapat Rp228.000 per orang dan SMA mendapat Rp500.000 per orang.

Baca Juga : Isu Bid`ah

Bantuan ini, saya gunakan untuk membayar SPP dan membeli kebutuhan sekolah. Seperti seragam dan alat tulis. Sedangkan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari dan modal usaha. Kusharia mengaku, tidak kesulitan mendapatkan dana PKH. Pencairan dana PKH mudah dan cepat. Ia hanya datang ke ATM BNI terdekat rumah, masukan kartu PKH langsung cair.

Dana PKH ini, ia manfaatkan untuk membeli kebutuhan sekolah kedua anaknya yang masih sekolah di SD dan satu di SMA. Yaitu membeli seragam sekolah, alat tulis, tas dan sepatu. Serta membayar SPP sekolah. ***