Bahagia Sekali Dia

Catatan : AULIA DARWIS

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ternyata bikin tulisan ngopi ini bukan hal mudah. Butuh ide dan survei kecil-kecilan biar tulisan ini bukan khayalan belaka tapi cerita ringan nan hidup.

Beruntung kemarin ada hal menarik yang bisa diceritakan. Hampir 2 tahun ini, setiap 2 bulan sekali, kami punya hiburan selepas kerja malam.

Bernyanyi di ruangan kedap suara. Menyalurkan bakat terpendam. Mengeluarkan suara emas entah perak. Agenda rutin ini terselenggara berkat kebaikan Ki Dalang Rohmad. Keep rollinrollinrollinrollin’ (what?). Keep rollinrollinrollinrollin’ (come on).

Lengkingan keras itu disuarakan dengan penuh semangat oleh Once, nama beken kawan saya, di ruang kedap suara. Urat lehernya menegang, tapi suaranya lepas.

Berita Terkait : Kebahagiaan Prabu Salya Dan Karna

Bahagia sekali dia, kayak melepas beban hidup yang makin sulit, bisik kawan di sebelah saya menyaksikan aksi Once. Mungkin dia ingin di-rolling, timpal satu teman lagi sambil tertawa.

Yang pasti, aksi Once mampu menyihir sepuluh peserta di ruangan cukup besar itu. Mereka ikut menggerak-gerakkan bibir mengikuti alunan musik keras ini.


Memang, kelompok ini penggemar musik cadas. Di radio, aku dengar lagu kesayangmu. Ku telepon di rumahmu sedang apa sayangku. Ku harap engkau mendengar. Dan katakan rindu.

Nah lagu ini, keluar dari mulut seorang anak muda. Nurrahmat namanya. Baru kawin. Hobinya musik lawas era 80-an. Namun suaranya tetap melengking tinggi, khas rocker. Di tengah keceriaan ini, Ki Dalang datang.

Berita Terkait : Lagi, Pemulangan Neymar Ditolak

Bergabung bersama kami. Akrab. Tokoh bisnis, budayawan menyandang gelar doktor ini terasa merakyat. Kami rehat bermusik. Ngobrol-ngobrol dulu, sambil menyantap hidangan.

Selanjutnya, Ki Dalang ikut beraksi, menyumbang suara emas. Ku telah miliki. Rasa indahnya perihku. Rasa hancurnya harapku. Kau lepas cintaku. Lagu anak muda ini begitu fasih dinyanyikan.

Wow mantap, celetuk teman saya. Aku yes, timpal teman lainnya. Tak hanya itu, Ki Dalang melanjutkan aksinya. Kali ini lagu dangdut versi koplo. Beredar sang bumi. Mengitari matahari. Merangkaikan waktu. Tahun-tahun berlalu.

Begitu suara Ki Dalang mengalun indah, disambut suara kecrekan tamborine yang dibunyikan teman. Suasana makin hidup. Bait selanjutnya disambung Nurrahmat, versi cewek. Suaranya melengking.

Berita Terkait : Pak Sofyan, Tetap Semangat

Namun cintaku. Takkan pernah berubah. Masa demi masa. Kita berdua takkan pernah berpisah. Baur dalam cinta. Hahaha, lucu seru. Teman-teman pada tersenyum simpul.


Setelah menyumbang 3 lagu, Ki Dalang pamit. Aksi pamer suara masih tetap berlanjut hingga tengah malam. Bahagia sekali kawan-kawan ini. ***