Tweet Jokowi Terbawa Mimpi

Catatan : SUGIHONO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Malam minggu beberapa hari lalu, tiba-tiba saja saya kedatangan tamu besar. Wow..tak dinyana Presiden Jokowi datang ke rumah saya.

Mengenakan setelah pakaian sederhana. Khas kostum santai rumahan. Kemeja putih dipadu dengan sarung motif garis-garis santai.

Saya terkaget-kaget melihat kedatangan orang nomor satu negeri ini. Tak ada persiapan berarti dari saya. Kostum yang saya gunakan pun celana pendek santai. Khas tampilan rumahan.

Jangankan kudapan, wedang pun belum sempat disiapkan. Karena tiba-tiba saja Presiden Jokowi hadir di depan saya. Mak bluk. “Piyek kabarmu le (apa kabarmu nak),” begitu ucapan pembuka Jokowi padaku. Lha aku dengan santai menjawab "Alhamdulillah sehat Lik.”

Berita Terkait : Moeldoko: Jokowi Segera Bertemu Tokoh Papua

Agaknya Presiden Jokowi berencana nginap di rumah reotku. Karena dia datang mengenakan sarung. Malam-malam lagi. Saya bahagia dengan rencana Presiden Jokowi itu. Sudah banyak pertanyaan saya siapkan. Utamanya soal tweet beliau pada 20 Juli.

Namun belum sempat saya melontarkan tanya tiba-tiba. Plok. Saya terkejut keras. Tangan mungil genduk ragilku, Nafisha, hinggap ke pipi kananku. Terbangun aku dibuatnya.

Ha..ha..ha.. ter nyata kedatangan Presiden Jokowi ke rumahku hanya mimpi. Setelah hilang kantuk, saya bakar rokok. Otakku pun melayang. Berpikir, kok bisa-bisanya saya mimpi ketemu presiden.


Bisa jadi lantaran aku terlalu dalam memikirkan tweet yang ditulis Presiden Jokowi hingga terbawa mimpi. Pada 20 Juli lalu. Pukul 08:20 WIB, melalui akun resminya @jokowi, Presiden mencuit pesan: Zaman sudah semakin maju, tapi kita tetap mengingat pesan-pesan bijak dan agung para leluhur. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Cuitan itu disertai dengan gambar karikatur. Di bawahnya ditulis petuah Jawa. Lamun sira sekti, aja mateni. Meskipun kamu kuat jangan suka menjatuhkan.

Berita Terkait : Bara JP Siap Kawal Visi Indonesia Jokowi

Pesan itu diperkuat lagi dengan suara Presiden Jokowi. “Lamun siro sekti ojo mateni. Meskipun kamu kuat jangan suka menjatuhkan.”

Tweet ini memang tak menjadi trending topik. Tapi cukup menyedot perhatian netizen. Tengok saja ditonton 323 ribu. Di-retweets 5.000an dan di-likes 23.000.

Berhari-hari saya memang memikirkan tweet Jokowi ini. Dalam benak saya berputar pertanyaan. Nasihat Jokowi ini disampaikan untuk siapa? Siapa yang mau dipateni? Dan siapa pula yang mau mateni?

Beberapa bulan ini saya memantau cuitan Presiden Jokowi biasanya hanya berisi hal-hal yang berkait dengan pekerjaannya atau kehidupan kesehariannya. Dari mulai ketemu dengan pejabat tinggia negara lain, hingga agenda bermain dengan cucu kesayangannya, Jan Ethes.

Berita Terkait : Dukung Jokowi Tanpa Syarat, Zulhas Tak Bisa Dinego

Dari bulan April hingga Juli ini berdasarkan pantauan saya, Presiden Jokowi baru dua kali menuliskan tweet-nya dengan petuah Jawa.

Pertama pada 20 Juli itu. Satunya lagi pada 10 Juli lalu. Pukul 09:57 WIB. Isi pesannya: Selamat Pagi Indonesia. Lamun Sira pinter, aja minteri (Meskipun pintar, jangan sok pintar). Tweet ini di-retweets 7.000 orang. Di-likes 25.000-an dan ditonton 281 ribu.

Luar biasa memang tweet seorang presiden tak hanya sanggup mengubah negeri, tapi juga sanggup menyelinap hadir dalam ruang mimpi. Sayangnya hingga kini pertanyaan saya belum juga terjawab.***