Waspadai Rentenir Online

Catatan : M FIKY AZIS

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemarin, pukul 08.22 pagi, saya mendapat pesan singkat (SMS) dari nomor tidak dikenal. Setelah dibuka ternyata sms berisi penawaran pinjaman uang online.

Tawarannya menggiurkan. Dalam waktu lima menit dana itu bisa dicairkan tanpa jaminan. Mungkin kalau lagi kepepet kebutuhan, saya ambil tawarannya…..he he he…

Pesan singkat itu berisikan, “Maaf mengganggu kmi dri KSP SEJAHTERA BERSAMA menawarkan pinjaman berbasis online di seluruh wilayah Indonesia, min pinjaman RP 5 jt-300 jt” U/Info WA 0816-34268… Lalu, sms kedua berisikan, pinjaman tanpa jaminan sd Rp 300 juta bunga rendah 0,69% bisa dicicil bulanan sd 5th. Tertarik? Klik….

Setiap hari SMS pinjaman dana online selalu ada. Mereka bisa mengakses nomor saya dengan mudah. Mereka menawarkan kredit, asuransi, kartu kredit dan promo lainnya via SMS?

Berita Terkait : Waspada, Pornografi Anak Lewat Game Online Kian Marak

Kalau dihitung, setiap hari itu bisa lima sampai enam kali sms pinjaman masuk. Nomornya berbeda-beda. Belum lagi via telepon.

Mereka menawarkan pinjaman kredit murah bank, investasi dan asuransi. Terkandang mereka sedikit memaksa dan bikin kesal juga. Saking kesalnya, saya abaikan SMS maupun telepon masuk yang nomornya tidak dikenal.


Di era internet, aksi penipuan dan rentenir digital sekarang ini semakin massif dan meresahkan. Korban banyak tergiur dan terjebak dalam bunga pinjamannya.

Jika tidak hati-hati bisa jadi korban juga. Jadi waspadai adanya rentenir online. Kalau diungkap, jumlah korban pinjaman online sudah banyak dan menyedihkan.

Berita Terkait : Pinjaman Online

Setahun lalu, ada seorang yang dikejar-kejar penagih utang gara-gara nomor ponselnya masuk daftar tagih dari kawannya yang meminjam secara online. Mereka diteror supaya membayar utangnya.

Di dunia maya juga telah viral perempuan diancam jual ginjal untuk bayar utang. Terbaru beredar iklan perempuan rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi financial technology incash.

Masih banyak kasus-kasus pinjaman uang online lainnya. Pinjaman uang online sudah jadi salah satu pilihan nasabah untuk mendapatkan dana segar yang cepat tanpa jaminan.

Sepanjang 2018-2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup 1.230 perusahaan penyedia jasa pinjaman uang online. OJK bergerak cepat menertibkan jasa pinjaman online nakal yang sekarang semakin luas.

Berita Terkait : Bubarkan Perusahaan Rentenir Online

Untuk mencegah itu, pilih perusahanaan pinjaman yang sudah terdaftar. Selain itu, pemerintah juga sedang menggodok RUU Pelindungan Data Pribadi untuk mencegah kecoboran data privat seorang. Sekarang ini, potensi penyalahgunaan data pribadi melalui pinjaman online dinilainya sangat tinggi.