Kepincut Usaha Fried Chicken

Catatan : FAZRY

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah 3 minggu ini saya dan istri sibuk survei tempat, nyari kontrakan yang cocok untuk jualan. Niatnya, ingin buka usaha kuliner skala UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), waralaba ayam goreng crispy (fried chicken).

Kepincut waralaba ayam goreng crispy ini setelah kami melihat kisah sukses kawan di kampung. Kami baru sadar, garingnya bisnis ayam goreng crispy. Dalam satu bulan, kawan saya bisa mengantongi laba bersih hingga 17 juta rupiah, asal bisa tembus penjualan 20 ekor ayam per hari, selama 30 hari.

Ada dua pilihan Waralaba fried chicken (ayam goreng crispy) yang menurut kami sudah populer dan hasil jualannya cukup menggiurkan. Pilihan pertama, butuh modal Rp 22.500.000 untuk membeli merek dagang ayam goreng crispy, mendapatkan gerobak plus peralatan masaknya, dan juga termasuk biaya kursus singkat cara memasak ayam.

Berita Terkait : Pengusaha Diminta Peduli Lingkungan

Pilihan kedua, butuh modal Rp 16.500.000, beda karena pendatang baru. Pendatang baru ini berdiri Tahun 2016 tapi terbilang sukses, mitra usahanya sudah lebih dari 350 outlet.


Awalnya, kami pilih brand/merek lama. Mulai survei lokasi, cari tempat yang jaraknya dekat dengan rumah, hingga 10 Kilometer jauhnya. Nihil, di setiap jalan sudah ada yang jual. Utamanya di wilayah ramai seperti persimpangan jalan dekat pasar, pemukinan padat penduduk, atau depan sekolah/perkantoran.

Sekalipun perusahaan waralaba mengatur jarak diantara sesama mitra/penjual, tapi fakta di lapangan berbeda. Pemilik merek dagang mengakui, yang dilarang adalah berdekatan dengan outlet mitra usaha lain/beda pemilik.

Baca Juga : Keren, WIKA Bangun Terminal Bulk di Zanzibar

Artinya, satu mitra boleh buka lagi di tempat baru meski berdekatan dengan usaha pertamanya. Ini yang repot, 2 wilayah bisa dikuasai satu orang.

Tantangan lain. Sekalinya ketemu tempat yang cocok, potensi pangsa pasarnya bagus, eh..harga sewanya selangit. Tak masuk hitungan, yang ada kami bisa tekor. Pun sebaliknya, tarif sewa bersahabat, pangsa pasarnya kurang bagus.

Akhirnya, kami pilih merek dagang fried chicken pendatang baru. Meski estimasi laba yang bisa dikantongi perbulan tak sebanyak merek dagang pertama, setidaknya kami bisa dengan mudah mencari tempat.

Baca Juga : Jakarta, New York, Kaltim, Washington


Selain itu, Waralaba fried chicken pendatang baru ini punya inovasi, unggul di harga (lebih murah) dan punya banyak varian menu. Soal rasa, dua-duanya lezat. Menjadi menu favorit keluarga. Semoga rencana kami ini lancar dan berkah. Aamiin. ***