Bawa Tempat Makan

Catatan : WAHYU SURYANI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Membawa tempat makan sendiri jika membeli jajanan, berarti mendukung gerakan pengurangan sampah plastik. Pengumuman itu disampaikan Kepala Sekolah di SD anak saya belum lama ini.

Sejatinya, membawa tempat makan dari rumah sudah lama diterapkan pihak sekolah, bahkan sebelum anak saya masuk tahun lalu. Hal itu saya ketahui dari wali murid yang anaknya kini duduk di kelas lima.

Emang sih itu cuma imbauan, nggak wajib. Masih ada siswa yang membeli makanan pake plastik sekali pakai. Pedagangnya juga nggak dilarang menggunakan plastik. Asal, sampah plastiknya tidak berserakan dan dibuang di tempat yang sudah disediakan sekolah.

Berita Terkait : 5 Tempat Wisata Tersembunyi di Aceh

Sebelumnya, pihak sekolah lebih dulu mendata para pedagang makanan yang biasa nongkrong di sekolah. Ini dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan.


Nama si penjual dan jenis jajanannya dipasang di spanduk yang ditempel di tembok samping sekolah. Ukuran spanduknya lumayan besar.

Semua siswa dan yang mengantar jemput bisa lihat. Di spanduk tertulis, 15 pedagang tetap yang menjual makanan di lingkungan sekolah. Antara lain pedagang siomay, martabak mini, cilok, cilor dan cakwe. Belum lagi penjual minuman, ada soft drink, susu dan jus buah.

Berita Terkait : Gempa 3,1 SR Getarkan Cilacap

Sementara, ada 14 pedagang musiman, antara lain pedagang mie ayam, bakso dan makroni. Adapun syarat berjualan di sekolah, salah satunya tidak menjual makanan yang sama dengan penjual lain yang lebih dulu nongkrong di sekolah.

Kalau ada pedagang yang nekat, sekolah akan memberikan teguran. Bagi saya, yang baru memasukkan anak sekolah di SD, imbauan membawa tempat makan sendiri jadi pengalaman baru.

Saya tidak tahu apakah di sekolah lain juga menerapkan seperti ini, yang jelas saya mendukung. Meski baiknya memang bawa makanan sendiri, nggak usah jajan.

Berita Terkait : Malam Ini, Sukabumi Gempa Lagi


Selain untuk kebersihan sekolah, membawa tempat makan sendiri bisa menekan pembelian plastik bagi pedagang. Dengan begitu, kita ikut membantu program pemerintah mengurangi sampah plastik. ***