Asyiknya Om Gondrong

Catatan : ERWIN TAMSAL

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak cara menikmati musik. Salah satunya, nonton orkes keliling. Orang kerap menyebutnya, Om Gondrong. Orkes melayu gerobak dorong.

Disebut om gondrong karena peralatan musik dan sound sistem dibawa pake gerobak. Pentas orkes keliling khusus menyuguhkan lagu dangdut.

Ini jadi hiburan alternatif bagi sebagian warga kalangan bawah. Biasa, tim orkes sering muter-muter. Mereka mencari lokasi paling cocok. Jika peminat membludak, lokasi itu akan jadi langganan untuk mentas.

Saya salah satu penikmat orkes keliling. Saya sudah sering nonton orkes keliling di depan Pasar Babakan Cikokol, Tangerang.

Baca Juga : Sebelum Mundur, Imam Nahrawi Pimpin Shalat Berjamaah di Ruang Kerjanya

Persisnya di belakang salah satu mal di Tangerang. Saya tidak tahu apa nama grup orkes keliling ini. Tapi, mereka biasa pentas dari pukul 12 malam. Bubarnya, sebelum azan Subuh.

Saya nonton orkes keliling sekitar sebulan lalu. Ketika ngantar istri, mertua dan adik ipar belanja bulanan ke Pasar Cikokol. Ke pasarnya, jam 3 pagi. Istri, mertua dan adik ipar masuk pasar, saya nunggu di luar.

Sambil nunggu mobil dari warung kopi (warkop), saya asyik lihat om gondrong mentas. Tapi, saya tidak ikut joget, nyumbang lagu. Apalagi nyawer. Saya bukan raja minyak. Yang bisa ngamburin uang buat nyawer biduan.


Saya hanya nonton dari warkop, pingir jalan dekat pasar. Jarak warkop dengan pentas orkes dekat, sekitar 10 meter.

Baca Juga : Kapolri: Vietnam Bisa Jadi Contoh Jaga Stabilitas Keamanan

Sambil nongkrong, ngopi, makan gorengan, lagu ‘Jarang Goyang’ bikin suasana dingin pagi jadi hangat. Penikmat orkes keliling ini lumayan. Ya, sekitar puluhan.

Mulai dari supir angkot, pengojek, tukang becak yang sedang nunggu penumpang pulang dari pasar. Beberapa penjaja kopi keliling pun ikut bergoyang. Dua orang duduk bersebelahan dengan saya di warkop ikut menikmati.

Ada yang sambil duduk ikut goyangkan kedua ibu jari tangannya. Pagi itu benar-bernar asyik. Puluhan lagu dangdut hits sudah dilantunkan. Jika sang penyanyi melantun lagu, para penonton maju mendekat sambil berjoget. Nyawer.

Ada penonton ikut nyumbang lagu. Lumayan pemasukan tim orkes keliling ini. Semakin banyak penonton berjoget, tim orkes makin banyak meraup uang.

Baca Juga : FIFA : Timnas Indonesia Turun Peringkat, Urutan Ke-167 di Dunia

Salah satu penonton tetap, sebut saja namanya Ojik, mengaku, hampir setiap 2 minggu sekali orkes keliling ini langganan mangkal di pasar ini.

“Ya, lumayan penghasilan tim orkes bisa dapat 200 ribu. Kalau penonton banyak, penghasilan bisa lebih banyak. Lumayan buat penghidupan keluarga mereka,” cerita Ojik.

Tak terasa sudah satu jam saya menikmati Om Gondrong. Tiba-tiba, dari belakang, istri nyolek punggung saya. Itu pertanda ngajak pulang. Pukul 4, kami meluncur pulang. ***