Kode Wangi, Caleg Parfum

Ngopi - Kode Wangi, Caleg Parfum
Catatan : SUGIHONO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beragam cara ditempuh para caleg untuk menangguk suara konstituen di daerah pemilihan. Poster, spanduk, baliho bergambar wajah sang caleg disertai nomor urut dan asal partai, plus janji indahnya, bertebaran di jalan-jalan. Pemilu kali ini memang terasa lebih semarak, karena pilpres dan pileg digelar serentak.

Saat mudik ke kampung orang tua saya di Ngawi, Jawa Timur, sepanjang jalan Karanganyar menuju Sragen betebaran spanduk caleg. Dari ratusan spanduk yang saya lihat, ada satu spanduk yang menurut saya cukup inovatif. Kebetulan sang caleg itu adalah temannya, teman saya di kantor. Saya sungkan menyebutkan nama sang caleg, khawatir kena semprit Badan Pengawas Pemilu. He-he-he...

Spanduknya dilihat unik, karena kalau kebanyakan spanduk caleg dihiasi foto sang caleg. Berbeda dengan caleg nyeleneh ini. Tak satupun spanduknya dihias fotonya. Yang ada hanya gambar tokoh protagonis wayang kulit.

Berita Terkait : Jadi Wakil Ketua

Bima, Arjuna, Yudisitira, Gatot Kaca dan yang lainnya. Di bawah gambar tokoh itu ditulis sederet kalimat filosofi jawa. Spanduk yang tertancap di salah satu pertigaan di Karanganyar misalnya, bergambar Arjuna. Dibawahnya tertulis; mamayu hayuning bawono. Ada lagi, gambar Gatot Kaca disertai tulisan ngeluruk tanpo bolo.

Nah, saat bertemu di Jakarta dengan sang caleg, saya tanya langsung ke dia. Kenapa spanduknya tak pakai foto dia? Kenapa milih gunakan gambar wayang? Dan kenapa pilih kalimat filosofi Jawa, ketimbang umbar kalimat janji manis politik? Dia jawab singkat,”orang sudah bosan dengan semua itu.”

Dia kepengin orang yang melihat spanduknya tambah adem. Dengan begitu, politik tak terasa asing dan menakutkan. ”Jadi kalau foto saya dipasang, jangan-jangan mereka nanti malah menjauh,” katanya.

Baca Juga : Ginandjar Bicara Corona dan Penguatan Kerjasama

Obrolan kami makin asyik. Hingga akhirnya dia buka-bukaan soal trik yang bakal digunakan untuk mendeteksi konstituennya di hari H pencoblosan nanti. Dia bilang, dia bakal bagi-bagi parfum wangi untuk mendeteksi para pemilihnya. Sebelumnya para pemilih itu dikondisikan terlebih dulu agar memberikan suara untuk dia.

Alasan dia menggunakan parfum cukup masuk akal sih. Dia bilang, kalau kebanyakan caleg membagikan kerudung atau jilbab dengan warna-warna tertentu untuk menandai para pemilih setianya itu tentu mudah terlihat.

”Tapi kalau parfum kan hanya bisa diendus. Dan itu pun hanya saya dan koordinator yang mengetahui jenis parfum yang saya bagikan sebagai kode,” katanya.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

Jelang pemilu memang sungguh luar biasa perjuangan para caleg untuk mendapatkan kursi di Senayan. Beragam inovasi dikembangkan. Dalam hati saya berkata; “Sungguh kreatif mereka. Salut.” Semoga setelah terpilih mereka bisa memberi sumbangan kreativitasnya untuk negeri ini. Semoga.