Robot Bodrek

Ngopi - Robot Bodrek
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam dua tahun terakhir, kita sudah sering membaca, menonton, hingga mengikuti langsung diskusi seputar dampak dari era digital ke depan.

Berbagai prediksi terus berkembang liar. Mulai dari yang rasional sampai yang sulit diterima akal. Mau tak mau kita tengah dipaksa menerima perubahan.

Pelan-pelan kita didorong untuk menghadapi perubahan seolah menuju realitas seperti Film Star Wars.

Sebagai kuli tinta, sempat saya agak dibuat waswas dengan prediksi yang menyatakan banyak profesi akan digantikan robot.

Yang berkaitan dengan pemberitaan, termasuk jurnalis, merupakan salah satu profesi yang tidak lama lagi akan digantikan robot. Bukan fiksi. Fenomena ini sudah mulai berjalan di China.

Baca Juga : Polisi Buru Pemilik Mobil Yang Males Bayar Pajak

Rasa agak waswas juga dirasakan beberapa kawan seprofesi. Usai meliput sebuah acara di malam hari, kawan saya yang akrab dipanggil Der (40) membuka obrolan tentang profesi wartawan akan digantikan robot. Panjang lebar.

“Di negara lain itu kantor berita udah ada yang ngurangin tenaga jurnalis. Profesi kita mau diganti robot. Wah bahaya.. Lo bisa gak dipakai jar,” kata Der sambil tertawa-tawa.

Dia menuturkan, informasi yang baru didapatnya dari mulai serius hingga ngebanyol. Walau agak kepikiran tapi saya berusaha meyakinkan kawan-kawan ini agar tidak terlalu cemas memikirkan prediksi ke depan.

Saya katakan bahwa wartawan tetap dibutuhkan seandainya robot dimanfaatkan perusahaan media.

“Bisa saja sih bang tapi ya susah lah kalau profesi kita diganti sepenuhnya bang. Nih, di profesi kita kan ada yang namanya kode etik. Kita juga menentukan judul atau lead. Nah robot disetting gimana biar kaya kita ya nggak bisa kan gak punya akal dan hati,” timpal saya, sambil ketawa.

Baca Juga : Perbaikan Jalan Rusak DKI Jangan Cuma Tambal Sulam

Der juga berusaha menekan pendapatnya bahwa dengan teknologi itu bisa serba mungkin. Walau saya sependapat tentang pernyataan itu tapi terkait profesi jurnalis yang akan punah karena diambil alih robot saya sulit menerimanya.

“Iya juga sih. Tapi bisa aja Bos! Nanti lo jar diganti sama robot. Nanti narasumber mau konferensi pers manggil robot bukan ngundang lo,” ucap Der.

Di tengah obrolan, tiba-tiba saya jadi teringat bodrek. Istilah bodrek di dunia jurnalis adalah sebutan jurnalis abal-abal yang sering memaksa dalam meminta uang kepada nara sumber.

Alasannya, sebagai uang transport atau kadang sebagai ancaman. Padahal, mereka tidak punya media. Bah kan mayoritas nggak bisa menulis berita.

Umumnya mereka agak lusuh, kisut, dan perawakan tua. Kembali ke obrolan dengan Der, mengingat waktu makin malam, kami bergegas pulang. Menuju ke parkiran motor obrolan kita tetap berlanjut sambil tertawa-tawa.

Baca Juga : Mahfud Dikerjain Mahasiswa

“Gawat juga kalau semua wartawan diganti robot. Nanti ada robot bodrek, Bang,” kata saya.

Saat saya nyalakan motor pun, kami masih lanjutkan obrolan ini. Sampai kawan yang lain heran apa yang sebetulnya kita bahas. Sudah mau tancap gas saya masih sambung omongan ini.

“Nanti robot bodrek modelnya mirip rongsokan. Robot tua tapi bodrek,” imbuh saya sembari tancap gas. [FAJAR EL PRADIANTO]