Ngopi - Alih Profesi
Catatan : WIDIA SAPUTRA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan saya dan Jasli awal pekan lalu di kawasan Senayan, Jakarta, bisa jadi perpisahan kami.

Tenaga ahli anggota DPR dari Makassar itu akhirnya pensiun bersamaan kegagalan bosnya lolos pada Pemilu Legislatif 2019.

Saya pun tak habis pikir, bosnya bisa gagal lolos. Padahal, BD, bos Jasli, bisa dibilang adalah incumbent kuat dan berpengaruh. Dia duduk di DPR RI selama dua periode. Pernah menjabat wakil dan bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi.

Baca Juga : Kuasa Hukum Irjen Napoleon Akan Laporkan Tommy Sumardi Ke Bareskrim

BD kalah dengan pendatang baru. Hal inilah yang membuat saya perlu sowan khusus kepada Jasli. Inti cerita Jasli kepada saya, BD sudah tak mau mendengar sarannya lagi.

Ada ketidakpercayaan yang membuat komunikasi keduanya menjadi mampet. Sedikit banyaknya hal itu yang mengakibatkan kegagalan BD kembali melenggang ke Senayan.

Ini aneh. Sebab, Jasli sudah membantu BD mengantarkannya menjadi bupati dan dua kali duduk di DPR.

Baca Juga : Ada Pihak Gunakan Demo Tolak UU Ciptaker Untuk Propaganda Politik

“Mungkin ini sudah takdir. Bapak harus istirahat dulu. Lagi pula periode nanti, tantangan DPR semakin berat. Banyak jebakan Batman, kepeleset bisa masuk penjara,” katanya.

Lalu, setelah ini mereka kemana? BD berminat terjun ke dunia akademisi. Rencananya, dia akan mengajar, dan sudah ada satu kampus yang meminta jasa doktor jebolan Universitas Airlangga itu untuk mengajar.

Sedangkan Jasli. Dia akan alih profesi menjadi sopir taksi online. Mobilnya, didapat dari BD, dia beli dengan cara dicicil tanpa bunga. Angsurannya Rp 100 ribu per hari.

Baca Juga : Pasar Ikan Dari Jepang, Tsukiji Mart Siap Layani Pelanggan di Jakarta

Proses jual beli itu dituangkan dalam surat perjanjian yang saya saksikan sendiri pembuatannya. Untuk sementara, Jasli dan BD berpisah.

Tapi, kalau ada minat terjun politik lagi, keduanya bisa kembali bersatu di pilkada tahun 2020. Lihat saja nanti. ***