Diculik Jin

Ngopi - Diculik Jin
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dari balik pintu kamar, saya melihat Bang Yudi terkapar lemas sambil menutup mata. Kata sang istri, pria 36 tahun ini mengaku masih pusing.

Karena itu, ia memilih berbaring. Meski masih memakai celana jeans panjang dan kaos oblong, pakain yang ia kenakan bekerja sejak pagi.

Sadar akan kedatangan saya, Bang Yudi perlahan mulai membuka mata. Sambil menyandarkan tubuhnya, ia pun mulai bercerita musabab bisa sampai koma alias tak sadarkan diri hampir 4 jam.

Cerita Bang Yudi, awalnya, saat pukul 04.30 sore, sekitar 10 pengemudi ojol sedang nongkrong sambil menunggu pelanggan di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Tepatnya di bawah pohon besar rindang, di seberang Pizza Hut. Nah, saat nongkrong di bawah pohon itu, nasib sial menimpa pria berkulit hitam. Tiba-tiba Bang Yudi tergeletak, tak sadarkan diri.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

“Cuma itu kejadian yang gua ingat. Selebihnya, mendengar cerita dari teman dan saudara yang ikut menolong,” kata Yudi.

Kemudian, ada dua ojol mengantarkannya pulang. “Katanya saat di perjalanan, gua sempat muntah-muntah,” cerita Bang Yudi.

Sampai di rumah, keluarga dan saudara yang mengerubunginya histeris. Bahkan ada yang mengira ia meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Pihak keluarga berusaha keras menyadarkan lebih dari 30 menit.

Tapi semua gagal. Bahkan, keluarga sempat mendatangkan orang pintar. Tapi, hasilnya nihil. Keluarga kemudian membawa Bang Yudi ke klinik.

Dokter langsung menangani Bang Yudi yang masih memejamkan mata. Aneh. Dokter bingung, karena saat diperiksa tidak ada tanda-tanda penyakit. Denyut jantung, tensi, suhu tubuh pun normal. Tidak ada tanda-tanda penyakit.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Usai diperiksa dokter, Bang Yudi sempat melek selama satu menit. Setelah itu, ia kembali tak sadarkan diri. Dokter pun nyerah. Langsung saja dikeluarkan surat rujukan ke rumah Sakit (RS).

Sampai di RS jam 8 malam. Tubuh Bang Yudi langsung di bawa ke IGD. Penanganan medis pun dilakukan. Dimulai dari tekanan darah, suhu tubuh dan denyut jantung.

Dokter bilang, semuannya normal. Tapi harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena belum ada tanda-tanda kesadarannya.

Satu jam diperiksa, akhirnya diputuskan untuk dirawat di RS. Sialnya, semua kamar kelas 3 penuh. Kelurga pun bingung.

Di saat itulah, keajaiban datang. Perlahan, Bang Yudi mulai membuka mata. Sadar berada di IGD, dengan kondisi masih lemas, Bang Yudi mulai bangkit dan meminta di bawa pulang saja.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Jam 9 malam, dibopong oleh dua saudaranya Bang Yudi pun diijinkan pulang. Sampai di rumah, Bang Yudi pun hanya tertidur sambil berupaya menghilangkan pusing.

Lalu apa sebenarnya yang menimpanya? “Gua dibawa jin. Dibawa terbang keliling dunia lain,” kata Bang Yudi, dengan nada pelan, karena masih merasa aneh dengan kejadian yang menimpanya. [DIDI RUSTANDI]