Harapan Muluk Abang Gojek

Catatan : ESTI FITRIA WULANDARI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Malam itu pulang kerja, saya order gojek. Sengaja, pengen tahu tanggapan si abang Gojek soal bosnya yang jadi menteri.

“Tahunya sih dari Instagram. Kirain hoaks. Eh ternyata bener ya. Memang, jadi menteri apa Pak Nadiem (Makarim)?” tanya Noval, si abang Gojek.

Saya sih maklum kalau dia tahunya dari Instagram. Dia pasti nggak sempet nonton beritanya di TV, karena sudah tiga bulan ini kontrak kerjanya habis. Itu artinya, dia sedang fokus mengumpulkan poin demi poin dari Gojek untuk menambah pendapatannya hari itu. “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” jawab saya.

Berita Terkait : Soal IPO, Ini Kata Gojek

Noval lalu mengaku bangga bosnya bisa jadi menteri. Kendati dia dan rekan Gojeknya sempat tak percaya si bos jadi pembantunya Jokowi. “Tapi nggak mungkin Pak Nadiem menyanggupi tawaran Presiden kalau dia merasa nggak bisa. Kayak kita aja nih, kalau ditantang manjat pu’un mangga, mungkin masih sanggup karena banyak cabangnya. Nah kalau disuruh manjat pu’un kelapa, angkat tangan deh kita,” yakin Noval dengan logat Betawi kentalnya.

Dia percaya banget Nadiem punya potensi besar, dan bisa mengemban tugas-tugas yang diberikan Jokowi. Kalau nggak punya kemampuan, tambah Noval, nggak mungkin Gojek bisa besar seperti sekarang ini.

Informasi aja, Gojek menjadi perusahaan start up Indonesia pertama yang bervaluasi 10 miliar dolar AS (setara Rp 140 triliun), yang menempatkannya di status decacorn sejak Maret tahun ini. Beda 1 miliar dolar AS di bawah pesaingnya, Grab, yang menempati posisi Decacorn pertama di Asia Tenggara.

Berita Terkait : Sudah Mundur Dari Gojek, Nadiem Ngaku Sudah Terima Tawaran Jokowi Secara Formal

Di balik keyakinannya itu, dia juga menyimpan harapan terhadap masa depannya Gojek. “Siapa tau Pak Nadiem ngeluarin SK, yang isinya: semua anak sekolah wajib pakai Gojek untuk antar jemputnya. Jadi Gojek bisa seperti dulu lagi dan nyalip grab. Atau, Gojek dikasih slot sekalian untuk jadi PNS, haha...” katanya sambil terbahak.

Mungkin harapan muluk itu muncul karena dia ingat, waktu awal gabung Gojek lima tahun lalu, sehari dia bisa membawa pulang Rp 800 ribu. Itu hasil bonus dan pembayaran cash/gopay. Sekarang, katanya, sudah dapat Rp 350 ribu saja sudah bagus.

Sementara harapan saya, semoga saja tangan dingin Nadiem bisa mengangkat kualitas pendidikan nasional. Dan menciptakan Nadiem Nadiem yang lain di masa depan. Aamiin