Iuran Naik, Kelas Turun

Ngopi - Iuran Naik, Kelas Turun
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan di 2020 bikin kalang kabut semua orang.Tidak terkecuali tukang gado-gado di dekat kontrakan saya di Depok, Jawa Barat. Mpok Minah namanya.

Mpok Minah perawakannya gemuk. Umurnya sudah tidak lagi muda. Di warungnya, selain gado-gado, dia juga berdagang karedok dan ketoprak.

Suatu Minggu, saya membeli gado-gado di warungnya untuk dibawa pulang. Saat itu hanya ada saya di warungnya.

Seperti biasa, saat melayani, Mpok Minah selalu mengajak ngobrol pembelinya.
Dia membuka pertanyaan kepada saya soal rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Berita Terkait : Pakai Finger Print, Cuci Darah Pasien JKN-KIS Lebih Mudah dan Cepat

"Emang bener ya itu iuran BPJS mau naik 100 persen?" ucapnya sambil meramu sambel kacang.

Saya membenarkan. Saya bilang, kenaiakn iuran BPJS Kesehatan akan di mulai 1 Januari 2020.

Dari pertanyaan awal itu, perbincangan berlanjut panjang. Mpok Minah mengaku, keluarga intinya adalah peserta mandiri kelas II BPJS. Selama ini, keluarganya membayar iuran dari hasil berdagangnya dan dari penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petugas keamanan kompleks perumaan.Sisa pendapatan, dia pergunakan untuk biaya pendidikan tiga orang anaknya.

"Allhamdulilah, anak yang paling tua sebentar lagi mau sarjana," ujarnya, bangga.

Berita Terkait : Putus Antrean, BPJS Kesehatan Operasikan Aplikasi Mobile JKN

Di 2015, Mpok Minah mengaku pernah disarankan untuk masuk KIS oleh tetangga agar tidak terlalu terbebani. Namun dia menolak. Karena menganggap ada yang lebih berhak. Toh, dia dan suami masih mampu membayar iuaran sebesar Rp 51.000 per orang untuk lima kepesertaan.

Sekarang, Mpok Minah bingung bila iuran BPJS mengalami kenaikan 100 persen. Sebab untuk membayar iuran lima orang, maka harus membayar Rp 500 ribu.

Menurut dia, bila memang iuran akan naik, maka dia mau mencoba untuk turun kelas kepesertaan menjadi kelas III. "Syukur-syukur bisa dimasukin ke KIS, Bang," ucapnya.

Tak terasa, gado-gado yang saya pesan telah selesai. Saya membayarnya dengan uang pas. Rp 13.000. Kemudian saya pamit pulang.

Berita Terkait : Muhadjir: Keputusan Kami Sudah Bulat…

Di perjalan pulang, terbesit banyak pertanyaan di pikiran saya. Salah satunya adalah, bila kasus yang dialami Mpok Minah terjadi juga di banyak orang, dan semua ingin mengajukan KIS, apakah artinya rencana kenaikan iuran BPJS akan mengerek jumlah penduduk kategori miskin ? Semua pertanyaan itu saya jawab dalam hati: Wallahualam.

Susilo Yekti, Wartawan Rakyat Merdeka