Miris, Blangko KTP Masih Langka

Ngopi - Miris, Blangko KTP Masih Langka
Catatan : M FIKY AZIS

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ternyata, membuat e-KTP masih sulit. Butuh waktu lama. Masyarakat pun banyak kecewa. Padahal, secara aturan pembuatan e-KTP cukup satu jam, dan paling lama 24 jam.

Pekan lalu, saya datang ke kantor pelayanan publik bagian Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) di Plaza Pondok Gede. Saya datang untuk mengganti KTP yang sudah rusak.

Kondisi kartu penduduk sudah rusak. Plastik, huruf, nomor NIK dan warna KTP sudah terkelupas, pudar sampai pecah-pecah. Tampilannya sudah tidak bagus, dan sulit dibaca.

Kerusakan KTP juga mengganggunya saat bertransaksi dengan pihak perbankan. Kualitas bahan dan keamanan e-KTP perlu diperbaiki.

Baca Juga : Ajukan Cawagub, Taufik: Ariza Punya Pengalaman Cukup di DKI

Di loket pelayanan Dukcapil, saya mengambil nomor antrian. Sudah banyak yang mengantri. Sambil menunggu antrian, saya menyiapkan berkas dokumen, dua foto copy e-KTP lama sebagai persyaratan mengganti KTP yang rusak.

Setelah berkas diperiksa, saya hanya dibuatkan selembar surat keterangan, sebagai pengganti e-KTP sementara sampai kiriman blangko datang. Surat pengganti kartu penduduk sementara ini masa berlakunya hanya enam bulan.

“Masyarakat yang mengurus kartu penduduk hanya dibuatkan keterangan surat sementara pengganti KTP. Masa berlakunya, hanya enam bulan. Setelah itu, surat harus diperbaharui, ya mas,” pesan petugas Dukcapil.

Petugas Dukcapil Kota Bekasi, masih menunggu pengiriman blangko dari pemerintah pusat. Stok blangko sudah lama habis sejak hari pertama Piplres dimulai. Surat permohonan pengiriman blangko juga sudah dilayangkan ke Kemendagri. Namun, hingga kini belum ada pengiriman.

Baca Juga : Per 3 Januari Tarifnya Naik, ASTRA Tol Cikopo-Palimanan Janji Tingkatkan Layanan

“Sampai siang ini saja, sudah ada 6 ribu data yang masuk untuk pembuatan KTP. Data yang masuk akan terus bertambah setiap harinya. Kita upayakan secepatnya. Kalau sudah jadi akan dikirim langsung ke rumah sesuai alamat KTP,” ujarnya.

Kelangkaan blangko sudah terjadi sejak pemilu serentak dimulai. Bahkan, sampai dilantiknya Kabinet Indonesia maju, ketersediaan blangko masih juga sulit didapati.

Kemendagri yang dipimpin oleh mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini diharapkan bisa secepatnya mengatasi masalah kekurangan blangko KTP di sejumlah daerah. Apalagi tahun depan, masyarakat akan melaksanakan ke Pilkada.

Setiap bulan, Kemendagri hanya mengirimkan sebanyak 500 blangko, sementara jumlah masyarakat di Bekasi, yang melakukan perekaman setiap bulannya mencapai 5.000 orang. Jadi terus kekurangan blangko.

Baca Juga : Taufik: Doakan Cawagub DKI dari Gerindra

Pelayanan Dukcapil di Kota Bekasi, pun tetap beroperasi setiap hari. Masyarakat yang ingin membuat atau mengganti KTP yang rusak, tetap dilayani dengan baik. Masyarakat diminta bersabar. Mudah-mudahan akhir tahun ini, blangko sudah bisa dikirimkan.*