Belajar Baca Al-Quran Setelah Ditinggal Ayah

Ngopi - Belajar Baca Al-Quran Setelah Ditinggal Ayah
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dari kejauhan terdengar lantunan ayat suci Al-Qu’ran Ibu Keysa. Di depannya ada Ibu Rohimah yang cukup sabar mengajarkan ibu-ibu mengaji. Memang harus sabar, karena yang dihadapi bukan anak-anak, melainkan ibu-ibu di atas 40-50 tahun.

Rohimah mengakui, dibanding anak-anak, lumayan sulit mengajarkan baca Iqro dan Al-Qu’ran kepada ibu-ibu. Tapi, justru hal itu menjadi semangatnya untuk terus mengajar.

Ada cerita-cerita sedih dan haru yang melatarbelakangi para ibu tersebut sebelum belajar mengaji. Rohimah bercerita, seperti Ibu Keysa, misalnya. Ibu beranak satu ini memiliki kisah mengharukan saat ayahnya meninggal. Kematian ayah ter cinta justru membuat ia memulai untuk mendalami agama.

Berita Terkait : Belajar Wirausaha

Satu hari sebelum kematian itu, Ibu Keysa diminta ayahnya untuk berada di sampingnya. Tak hanya membantu sang ayah, tapi ia juga diminta untuk membacakan doa dan ayat suci Al-Qur’an.

Hal itu dilakukan supaya sang ayah lebih tenang. Tapi, permintaan ayahnya ternyata tidak bisa dipenuhi Ibu Keysa lantaran saat itu belum bisa membaca Al-Qur’an. Bahkan huruf hijaiyah pun belum bisa melafalkannya.

Betapa menyesalnya Ibu Keysa karena tidak bisa memenuhi permintaan terakhir ayahnya. Ia hanya bisa menangis dan meratapi penyesalan karena di usia yang tidak lagi muda, belum bisa mem baca Al-Qur’an.

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Meski masih diselimuti kesedihan, Ibu Keysa tak mau semakin tenggelam dalam kesedihan itu. Untuk memenuhi permintaan ayahnya, ia bertekad untuk lebih mendalami agama. Hal pertama yang harus dila kukan adalah belajar membaca Al-Qur’an.

Tekad kuat itu ternyata mentakdirkan Ibu Keysa mendatangi Majlis Talim Nur Al-Fikri, di Cibinong, Bogor. Di sana ia bertemu dengan Ibu Rohimah yang mengajarkan baca tulis Al-Qur’an.

Singkat cerita, dengan bimbingan Ibu Rohimah dan semangat menuntut ilmu Ibu Keysa selama sekitar tiga tahun. Saat ini, ia sudah bisa membaca Al-Qur’an meski masih terbata-terbata. [DIDI RUSTANDI]