Spekulasi Liar Obat Virus Corona

Ngopi - Spekulasi Liar Obat Virus Corona
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Merambahnya virus corona ke negara-negara tetangga Indonesia seperti, Malaysia, Singapura, dan Australia, bikin geger publik dalam negeri. Ada kekhawatiran virus yang menyerang sistem pernapasan itu bakal masuk ke Indonesia.

Kekhawatiran masyarakat terhadap virus corona cukup wajar. Sebab, banyak WNI maupun wisatawan yang datang dan pergi ke Malaysia, Singapura, dan Australia. Tidak terkecuali datang dan pergi dari negara asal virus itu: China. Tidak adanya instruksi pencegahan atau standar prosedur penanganan dari pemerintah kepada publik, khususnya bila ada gejala virus corona di tengah-tengah lingkungan, juga bikin publik tambah panik.

Kekhawatiran ini pada akhirnya disikapi secara liar oleh masyarakat. Publik mulai berspekulasi terkait cara menangkal virus ini. Tentunya, spekulasi-spekulasi itu belum teruji secara klinis.

Berita Terkait : Demam Tenis Meja

Tetangga saya di Depok, Bu Kokom, misalnya, menilai bahwa untuk menangkal virus corona maka harus banyak makan jambu biji. Pasalnya, dalam buah tersebut terdapat banyak vitamin C. Bahkan mengalahkan jeruk.

Menurut berita-berita yang dia baca dan lihat, gejala virus ini mirip dengan sakit flu.  Karena itu vitamin C kemungkinan jadi penangkalnya.

Berbeda dengan Bu Kokom, ibu saya percaya bahwa supaya tidak terkena virus maka harus jaga kebugaran tubuh. Termasuk meminum ramuan-ramuan herbal nenek moyang. Seperti minum air perasan jeruk nipis, jahe hangat, hingga beras kecur.

Berita Terkait : Memperbaiki Surat-surat

Munculnya spekulasi-spekulasi liar dari masyarakat terkait cara mencegah virus corona tentunya harus dapat perhatian serius dari pemerintah. Sebab, jenis virus ini tergolong baru. Salah tindakan justru bisa menimbulkan kematian dan menyebar luas.

Paling tidak, pemerintah melalui kementerian terkait perlu mengeluarkan instruksi cara pencegahan atau standar prosedur penanganan bila ada gejala virus corona di tengah-tengah lingkungan. Hal ini penting untuk mencegah virus corona masuk Indonesia. Apalagi belum adanya vaksin terhadap virus yang berasal dari kota Wuhan, China itu.

Pemerintah juga harus benar-benar mendata lalulintas penumpang. Tidak hanya penumpang yang dari China, tapi juga dari negara-negara tetangga yang sudah positif terpapar Corona.

Berita Terkait : Bahasa Tunjukkan Harga

Susilo Yekti, Wartawan Rakyat Merdeka