Ngopi - Nggak Berani ke Singapura
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Yudha, temen saya, punya paman yang tinggal di luar negeri. Istri pamannya kerja di sebuah bank swasta milik Indonesia di Singapura. Tantenya ini sudah lama kerja di bank tersebut, tapi dia lamanya di cabang Hong Kong. Nah, sekitar dua bulan lalu dia dipindahin ke Singapura.

Meski hubungan darah pamannya dan keluarga Yudha ini nggak deket, tapi hubungan sosialnya deket. Katanya, dulu waktu pamannya mencari kerja di Jakarta, pamannya ini menginap di rumah Yudha. Selama ini pun pamannya suka main ke rumah dan menghadiri berbagai acara keluarga Yudha.

Beberapa waktu lalu, Yudha disuruh nengokin tante dan pamannya ke Singapura. Sebab, satu-dua tahun belakangan ini memang mereka jarang ketemu. Maklum, sekarang keluarganya sudah pindah ke luar negeri.

Berita Terkait : Waterboom Dadakan

"Terus kapan rencananya lu mau jenguk? Kalau setelah bulan ini gua bisa temenin, asal pesawat PP sama penginepan aman," tanya saya sembari bercanda. Tapi, ternyata dia belum punya rencana untuk nengok pamannya itu. Padahal kedua orang tuanya sudah nyuruh.

"Nanti ajalah, nunggu situasi aman. Nunggu nggak ada kasus corona lagi," jawab Yudha.

Saya pun menjelaskan, bahwa menurut beberapa peneliti Harvard University, kemampuan Singapura untuk mendereksi Virus Corona adalah yang paling canggih. Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, persentase keberhasilan Singapura untuk mendeteksi orang yang terinfeksi corona lebih tinggi dari pada negara lain di dunia.

Berita Terkait : Ribet, Capek, Tapi Seru

"Jadi penangannnya pasti bisa lebih cepat dan nggak membahayakan nyawa," ucap saya sambil menjelaskan berita yang saya baca beberapa waktu lalu. "Selain itu, WNI yang terinfeksi corona kan sudah sembuh dari minggu lalu. Jadi kayaknya aman deh kalau mau ke sana," tambah saya untuk meyakinkan Yudha.

Sayangnya, dia tetap enggan pergi karena masih khawatir bisa terinfeksi. Karena memang kasus infeksi virus corona masih terus terjadi. Contohnya, di Korea Selatan, terjadi lonjakan kasus infeksi baru. Di Eropa, virus corona juga sudah mulai menyebar. Di Indonesia juga sudah ada. Dua orang warga Depok dipastikan positif corona.

Dengan perkembangan saat ini, saya juga tidak terlalu ngotot untuk membujuk. Memang, jaga-jaga lebih baik. 

Berita Terkait : Curhat Driver Ojol

Nanda Prananda, Wartawan Rakyat Merdeka