Tukang Urut Keliling

Ngopi - Tukang Urut Keliling
Catatan : FAZRY

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah 3 hari ini, badan saya berasa pegal, otot pinggang sebelah kanan sakit. Rasa sakit ini mungkin karena kelamaan duduk/efek doyan tiduran di lantai, dan kurang olah raga. Ada otot yang kaku, itu kata Pak Muhroji (Roji). Ahli pijit yang kerap saya panggil ke rumah disaat badan lagi pegal/nyeri.

Pijit/urut ini jadi solusi alternatif, sebelum saya minum obat, atau pergi ke dokter. Sejak lama, ingin menceritakan kisah Pak Roji. Bukan cuma lantaran jarinya yang lihai disaat memijit, tapi itu loh... semangatnya dalam bekerja, ulet, sabar dan Ikhlas.

Baca Juga : Kemenkes: Info 6 Kota Zona Kuning Corona Hoaks

Di usianya yang tak lagi muda, Pak Roji masih punya semangat cari uang. Dia tak tertarik berdiri di lampu merah jalanan, menunggu uluran tangan orang yang lewat. Menetap di sekitar Lubang Buaya Pondok Gede Jakarta, pria asal Madura ini mau dipanggil untuk pijit kemana saja.

Dia tetap berangkat sekalipun jaraknya jauh. Hebatnya lagi, mau panas terik, hujan petir, bahkan tengah malam, siap datang. Jam berapapun, bisa. Lain cerita, jika dia lagi sakit, atau ada acara.

Baca Juga : Pengamat: Langkah Jaksa Agung Sangat Berani dan Cepat

Kawan saya malah pernah, panggil Pak Roji jam 1 malam, minta diurut karena pergelangan kakinya cidera saat main futsal. Tak cuma jago urut. Pak Roji juga lihai menjalankan usaha kecil-kecilan dirumah. “Saya juga jualan burung. Kalau mijit sepi, bantu istri bungkus makanan ringan untuk dijual. Kadang jualan sate, itu juga kalau ada yang pesan,” kata Pak Roji sambil tertawa.

Soal tarif pijit, dia tak mau mematoknya. Berapapun uang yang didapat dari jasa pijit, diterima dengan ikhlas. Menurutnya, bisa bantu orang itu bagian dari ibadah. Dia merasa senang, jika jasanya bisa bermanfaat.

Baca Juga : Mahfud MD Pastikan RI Masih Zero Virus Corona

Urusan tarif, nomor sekian. Roji memang tak seperti Pak Jaya, ahli pijit tetangga rumah saya, yang mengklaim, sering memijat Mantan Ketua DPR RI Agung Laksono, dan katanya, pernah memijat Menteri ESDM Ignasius Jonan. Roji, cuma tukang urut keliling, dari kampung ke kampung.

“Pasiennya” juga orang biasa saja. Kami mengenal Pak Roji sebagai sosok yang tak kenal lelah, seperti mobil ambulance. Jam berapa aja dibutuhkan, siap datang membantu. Dikeluarganya, bisa jadi, dia adalah Pahlawan.