Ngopi - Sekolah Mulai Dibuka
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta masih diperketat. Rencananya, akan berakhir pada 11 Oktober. Namun, ada kemungkinan diperpanjang kembali karena penularan Covid-19 masih tinggi. Sejumlah fasilitas pun akan ditutup lebih lama lagi. Termasuk sekolah. 

Namun, kondisi berbeda terjadi daerah. Seperti di Paciran dan Lamongan, Jawa Timur. Situasinya cenderung santai. Bahkan, bisa dibilang warga sudah tidak peduli lagi. Sangat mudah dijumpai masyarakat yang tidak mengenakan masker. "Kalau pakai masker malah sulit melihat, soalnya kaca mata berembun," keluh Seno, salah seorang warga.

Warga sudah menganggap pandemi Corona sudah hilang dari muka bumi. Kehidupan berlangsung normal seperti sebelumnya. Pesta pernikahan mulai banyak digelar. Padahal, berdasarkan data per 24 September 2020, Lamongan masih masuk zona oranye atau risiko sedang penularan Corona. Artinya, sejumlah fasilitas belum boleh buka. Begitu juga kegiatan tatap muka di sekolah. 

Berita Terkait : Kangen Nonton Bioskop

Tapi, apa mau dikata, pilihan sekolah daring tidak bisa dilakukan di desa. Fasilitas sangat terbatas. Tidak semua siswa mempunyai laptop. Begitu juga handphone, masih terbatas. Operator hanya satu. Operator lain lost signal. "Kami terpaksa belajar pakai tatap muka karena hampir dua bulan anak-anak diam di rumah," ujar Arif, salah satu guru di sekolah swasta di Lamongan.

Arif mengatakan, orang tua siswa keberatan bila belajar mengajar secara online diterapkan. Karena banyak dari mereka yang gagap teknologi. Mereka juga keberatan untuk membeli pulsa karena cukup mahal. "Buat makan saja susah, apalagi buat pulsa," cerita Arif.

Mendengar keluhan orang tua murid, akhirnya, sejak awal Agustus lalu, para guru mulai memberanikan diri membuka kegiatan tatap muka di sekolah. Pastinya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti, mengenakan masker, face shield dan cuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. "Alhamdulillah siswa senang dengan kegiatan tatap muka walaupun dengan sejumlah syarat yang ketat," kata Arif kembali.

Berita Terkait : Setan Di Perkantoran

Selain itu, tempat duduk para siswa juga diberi jarak antara satu dengan yang lain. Begitu juga jam pelajaran dipangkas separuhnya. Sehingga siswa tingkat dasar yang biasanya pulang pukul 12.00 WIB, sudah bisa pulang pukul 10.00 WIB. "Seluruh siswa juga tidak mengenakan seragam seperti biasanya. Baju bebas, tapi rapi," terang Arif

Aturan lainnya, seluruh siswa dilarang jajan di sekitar sekolah. Mereka wajib membawa bekal makanan sendiri dari rumah masing-masing. Tujuannya, membatasi kontak dengan orang luar. "Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada siswa yang terpapar Virus Corona. Semua dalam kondisi sehat walafiat," klaim dia.

Ahmad Lathif Rosyidi, Wartawan Rakyat Merdeka