Ngopi - Nasib Tes Swab Gratis
Catatan : Redaktur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca artikel soal langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan batasan tarif tertinggi untuk tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab mandiri sebesar Rp 900 ribu. Mendengar kabar ini, jujur dalam hati senang. 

Ya pasalnya, selama ini harga tes swab bikin geleng-geleng kepala. Dari yang termurah Rp 1,5 juta sampai yang termahal di kisaran Rp 5 juta. Wow... fantastis kan? Itu semua tergantung ketepatan dan kecepatan kita tes. Mau yang sehari, ada. Yang dalam sejam hasilnya keluar, juga ada. Pokoknya, kalau kamu punya uang mampu bayar, ya hasil tes swab nggak perlu nunggu lama.

Saya sih kebetulan tes yang gratis aja. Keluarga kami kenal salah satu dokter rumah sakit, ia menawarkan untuk tes swab gratis di fasilitas layanan kesehatan pertama di Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Karena memang waktu itu merasa penting sekali buat tes swab, saya dan keluarga bersedia ikut.

Berita Terkait : Ngeri Melayat

Awalnya, ibu saya sempat parno, kalau-kalau kejadian benar dinyatakan positif Covid-19. Tapi, untungnya dokter puskesmas dengan sabar dan ramah menjelaskan prosedurnya kepada ibu saya. Alhasil dia, mau juga.

Dua hari setelah daftar, kami sekeluarga dijadwalkan untuk tes. Saya juga sebenarnya agak cemas. Tapi, ya harus tetap berpikir positif dan memang jangan jadi parno, karena bisa berpengaruh ke kekebalan imun.

Kalau tidak salah, tes swab itu hari Senin jam 11 siang. Saya pikir akan ramai, ternyata memang di hari itu cuma dua keluarga, saya dan keluarga lain yang jumlahnya ada delapan orang. Buat saya, ini tes swab kedua. Yang pertama, di sebuah institusi perbankan khusus untuk jurnalis. Tapi, bagi keluarga saya ini, pertama kali. Jadi, ya wajar aja mereka agak takut-takut gimana.

Berita Terkait : Sekolah Mulai Dibuka

Nggak pake lama, kurang dari 10 menit tes swab selesai. Eits... tapi tunggu dulu, karena ini layanan dari pemerintah, hasil tesnya nggak langsung kehuan hari itu. Suster bilang kira-kira seminggu. Nah, selama menunggu, kami diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari.

Di saat yang sama, ternyata adik saya ditugaskan untuk kerja di Yogyakarta secara mendadak. Mau nggak mau dia harus tes lagi untuk tahu hasil yang cepat. Akhirnya, dia tes swab di sebuah klinik berinisial P. Karena keperluan urgent kantornya, ya mau nggak mau dia bayar untuk tes swab. Berapa harganya? Klinik P ngebanderol Rp 2,5 juta untuk tes swab dan Rp 500 ribuan untuk rapid test. 

Dengan harga tes swab segitu, kamu bisa dapat hasil 2-3 hari dan tes rapid cuma dalam dua jam. Ya saya nggak tahu sih, apakah dengan harga segitu worth it atau tidak. Karena ini terpaksa dan kebetulan adik saya ditanggung kantornya, jadi ya dia ikut tes di klinik itu.

Berita Terkait : Kangen Nonton Bioskop

Setelah akhirnya menunggu, kira-kira 10 hari (lebih 3 hari dari yang dijanjikan suster) ternyata hasil tes swab keluarga saya keluar. Alhamdulillah hasilnya semua negatif. Tapi yang saya agak kurang sreg, ternyata surat hasil tesnya hanya ditulis tangan. Tapi, ya sudahlah, namanya juga gratis.

Dwi Ilhami, Wartawan Rakyat Merdeka