Piala Presiden, Patriot Sepi

Ngopi - Piala Presiden, Patriot Sepi
Catatan : BARATA KRISNA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Iseng-iseng, saya menonton laga Piala Presiden pertengahan pekan lalu. Kebetulan, venues terdekat dengan tempat tinggal saya adalah Stadion Patriot Bekasi, tempat bernaungnya laga Grup B: yang beranggotakan Bhayangkara FC, Semen Padang, Mitra Kukar dan Bali United.

Saya pun membeli tiket seperti penonton biasanya, dengan harga yang relatif terjangkau kantong. Sekali bayar, kita dapat 2 laga sekaligus.

Berita Terkait : Vietnam Juara Free Fire Piala Presiden ESport 2020

Hari itu, merupakan laga terakhir Grup B, mempertemukan Semen Padang dan Mitra Kukar di match awal sore hari, sedang malam harinya berlaga Bhayangkara FC versus Bali United.

Memasuki stadion, tim keamanan pun langsung memisahkan penonton menurut dukungan suporter pada timnya. Saya pun duduk di tribun berwarna pink.

Berita Terkait : Critical Eleven

Betapa kagetnya saya, suasana stadion begitu senyap. Mayoritas kursi kosong melompong, di tribun-tribun yang backgroundnya berwarna pink, kuning, hijau maupun biru.

Di tempat saya hanya ada beberapa kursi yang terisi. Masuk laga kedua, saya lihat penonton mulai lebih banyak. Di tempat saya sudah mulai banyak suporter beratribut kuning, warna khas pendukung Bhayangkara FC.

Berita Terkait : Sabtu Besok, Grand Final Piala Presiden Esports 2020 Berlangsung

Malam pun tiba. Dua laga sudah memanjakan mata saya. Waktunya pulang setelah saya mengirimkan pula berita-berita ke kantor by email. Keluar dari stadion, saya lihat pedagang-pedagang masih menawarkan dagangannya. “cangcimen, cangcimen, cangcimen, Bang,” seru beberapa dari mereka.

Cangcimen sendiri merupakan akronim dari kacang, kuaci dan permen. Salah satu pedagang, sebut saja Didik. Dia merupakan pedagang asongan, berjualan kacang, kuaci, permen, telur puyuh, manisan mangga, dan kelengkeng.
 Selanjutnya