Nyontek Merlion Tertib Ber-MRT

Catatan : SARIF HIDAYAT

RMco.id  Rakyat Merdeka - Saya pertama kali naik Mass Rapid Transit (MRT) 13 tahun lalu, di negeri tetangga, Singapura. Pekan lalu saya naik transportasi yang sama. Selama empat hari hilir-mudik. Puas lah.

MRT di Negeri Merlion ada 4 jalur. East West (EW), North South (NS), Circle Line (CC), dan North East (NE). Semua udah saja cobain. Dari pengalaman itu rasanya momentumnya pas jika saya berbagi cerita.

Berita Terkait : Mantap, MRT Makin Terintegrasi Dengan Transjakarta

Terutama soal disiplin. Seruan yang sedang di kampanyekan banyak orang menyambut pengoperasian MRT Jakarta. Saya sepakat dengan imbauan banyak orang. Singapura layak dicontek.

Penumpang MRT di Singapura sangat tertib. Untuk yang ingin naik selalu antri di sisi pintu masuk kereta. Mereka selalu mendahulukan penumpang yang turun.

Berita Terkait : Naik Dari Bundaran HI, Jokowi Ikut Uji Coba MRT Jakarta


Tidak ada dorong-dorongan. Di Stasiun, penumpang selalu berdiri selalu di sisi kiri saat menggunakan eskalator. Karena sisi kanan untuk penumpang yang ingin berjalan cepat.

Penumpang tidak ada yang makan dan minum, baik di stasiun maupun kereta. Kebetulan ada aturan ketat soal itu. Ketentuan itu ditempel di banyak tempat mulai pintu masuk sampai setiap gerbong kereta.

Berita Terkait : Habis Dalam 2 Jam, Tiket Uji Coba MRT

Makan dan minum dikenakan denda 500 dolar Singapura ( Rp 5.250.000). Merokok 1.000 dolar (Rp 10.500.000). Dan, membakar sesuatu 5.000 dolar (Rp 52.250.000). Penumpang juga dilarang membawa durian. Tapi tidak ada keterangan berapa dendanya.
 Selanjutnya 

RM Video