Macet Dahulu Lancar Kemudian

Catatan : ADITYA NUGROHO

RMco.id  Rakyat Merdeka - "Mau nangis setahun, apa nangis seumur hidup," ujar Direktur Utama PT Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menjawab pertanyaan macetnya Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) akibat pembangunan tol layang saat berkunjung ke dapur redaksi Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Kalimat itu sampai sekarang masih terus terniang di kepala saya. Saya merupakan salah satu orang yang paling sering mengeluh soal kemacetan Tol Japek akibat adanya pembangunan Tol Layang Japek dan Light Rail Transit (LRT).

Bagaimana tidak mengeluh, biasanya dari Cibinong ke Subang hanya butuh waktu 2,5 jam, sekarang bertambah jadi 3 jam lebih paling cepat. Bahkan, saya pernah menghabiskan waktu setengah hari. Sudah seperti mudik Lebaran saja.

Berita Terkait : 451 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta Terbanyak Lewat Tol Cikampek


Akibat kemacetan ini, saya tidak bisa pulang bolak-balik sehari. Dulu, sebelum adanya proyek tol layang, saya sering pulang ke Subang bolak balik setiap hari Sabtu. Berangkat dari rumah pukul 6 pagi, sampai rumah lagi pukul 6 sore.

Sekarang kemacetan di Tol Japek justru terjadi pada hari Sabtu. Karena itu, sekarang jadwal pulang ke Subang jadi hari Minggu pagi. Karena pada hari Minggu biasanya Tol Japek kosong. Namun, pulangnya pada sore hari tetap macet.

Dengan alasan macet ini membuat frekuensi saya pulang ke Subang juga berkurang. Dari tadinya dua minggu sekali sekarang jadi sebulan sekali. Macet selain melelahkan juga buat kantong kempes.

Berita Terkait : Tol Cikampek Macet, Jasa Marga Berlakukan Contraflow

Kemacetan ini memang bukan karena faktor pembangan Jalan Tol Layang saja. Di saat yang bersamaan ada proyek kereta cepat dan LRT.


Namun, setelah mendengarkan penjelasan dari orang nomer satu Waskita Karya itu, saya jadi sadar. Memang tidak ada pilihan lain, jalan Tol Japek harus diperluas dan kembangkan. Jika tidak, siap-siap saja kita akan parkir berjamaah di tol.

Bayangkan saja, hampir setiap tahun, jumlah penjualan mobil di Indonesia mencapai sekitar 900 ribuan-1 jutaan unit. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika tingginya penjualan mobil tersebut tanpa diimbangi penambahan dan perluasan Tol Japek. Apalagi tol ini merupakan jalan utama yang menghubungkan ke Tol Trans Jawa. Rencananya Tol Layang Japek dioperasikan September mendatang.

Berita Terkait : Peringkat Daya Saing Indonesia Meroket

Dengan begitu, orang-orang yang ingin ke Bandung atau Jawa bisa naik langsung tol layang. Jadi kita tidak akan terganggu lagi dengan pintu masuk atau keluar tol.

Saya pun sudah tidak sabar mencoba Jalan Tol Layang Japek. Jadi macet-macetan dahulu, lancar-lancar kemudian.

RM Video