Mamah Kangen Icha

Catatan : WIDIA SAPUTRA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Selasa (2/4) malam lalu, istri saya membuka instagram untuk menelusuri sahabat kecilnya di Cirebon. Dia dipanggil Icha.

Rupanya, mamah, demikian saya menyebut ibunya anak-anak, sedang kangen. Kalau saja bisa esok hari ingin bertemu, melepas kangen dan mengenang masa kecil mereka.

Saya yang sedang tidur-tiduran mendengarkan dengan seksama cerita-cerita mamah bersama Icha.

Berita Terkait : Lambaikan Tangan, Nurbaya Melenggang Ke Istana

Saya hitung empat kali mamah membuka video maupun gambar yang diunggah Icha di instagram, dan menunjukkannya kepada saya.

Terakhir kali mamah ngobrol dengan Icha adalah 10 hari kami setelah kami menikah dan pindah ke Jakarta. Itupun lewat telepon.

Dia mengucapkan selamat kepada kami yang telah menempuh hidup baru sebagai suami-istri sembari menyelipkan permohonan maaf karena tak bisa datang di resepsi pernikahan kami.

Baca Juga : Bocah Jenius Belgia Hobi Main Games dan Medsos

Dalam batin saya memprotes. Kalau teman dekat, mestinya datang. Masa kalah dengan rekan kantor saya, Anggo dan Pak Karim dari Jakarta. Bahkan Anggo datang bersama istrinya yang tengah hamil besar.

Sementara Pak Karim, kepada beliau saya harus banyak berterima kasih. Selain mau datang jauh-jauh bersama istri tercinta dan memberikan angpao, beliau juga mengabadikan pernikahan kami lewat foto, sehingga kami bisa mejeng di koran ini.

Belakangan saya baru tahu kalau Icha kini sudah jadi artis. Terakhir, Icha membintangi sinetron keluarga di televisi swasta milik salah satu ketua umum partai pendukung capres-cawapres nomor urut 1.
 Selanjutnya