Habis Nyoblos, Liburan Tiba

Ngopi - Habis Nyoblos, Liburan Tiba
Catatan : RIFFMY

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hari pencoblosan Pemilu 2019 telah berlalu. Kini masuk tahap proses penghitungan suara manual. Hasil perolehan suara di TPS direkapitulasi berjenjang. Dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Proses penghitungan manual ini diperkirakan butuh waktu sebulan lebih.

Dengan adanya quick count atau hasil hitung cepat, kita bisa mengetahui siapa yang bakal memenangkan pilpres. Siapa partai yang jadi juara. Juga partai yang tak lolos electoral threshold atau ambang batas.

Namun quick count tidak bisa menunjukkan siapa caleg yang bakal terpilih. Para caleg masih deg-degan. Apalagi jika mereka telah menghabiskan banyak uang ketika kampanye.

Baca Juga : Wabah Corona Sudah Renggut 43 Nyawa, Iran Larang Warganya Keluar Rumah

Saya baca berita, ada caleg yang mulai depresi. Penyebabnya, perolehan suaranya jauh di bawah harapan. Ada yang berkunjung ke padepokan untuk menghilangkan galau.

Caleg itu sudah pasrah tidak terpilih sebelum ada hasil perhitungan KPU. Mungkin dia sudah mengantongi hasil perhitungan suara dari saksi-saksi di TPS.

Dari timur Indonesia, tersiar kabar seorang caleg mengungkapkan kekecewaan di hadapan jamaah shalat Jumat. Ia sudah menyumbang karpet dan jam bagi masjid setempat. Tapi perolehan suaranya di daerah itu minim.

Baca Juga : Tingkatkan Jumlah Penumpang, MRT Dorong Integrasi dengan Transjakarta

Jemaah tersulut emosi dengan ucapan sang caleg. Karpet pemberian dicopot. Diseret-seret di ke tempat tinggal caleg yang beda desa. Hendak dikembalikan.

“Pawai” ini memicu reaksi dari warga desa sang caleg. Disatroni massa, mereka keluar dan berkerumun. Untungnya, polisi segera turun tangan. Memisahkan kedua kelompok.

Kawan saya yang jadi caleg memilih berlibur usai hari pencoblosan. Ia sudah tahu gagal menjadi anggota legislatif dari hasil quick count. Partainya tak lolos ambang batas.

Baca Juga : Sinergi Perusahaan Anak BNI Dukung BNI Java Jazz Festival 2020

Mumpung ada libur panjang di akhir pekan. Rehat sejenak dari urusan pemilu. Untuk menjaga kewarasan.