Ngopi - Pak Prabowo, Pak Jokowi Waspadalah..Waspadalah
Catatan : SUGIHONO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hajat Pemilu 2019 rampung sudah. Para pendukung capres dan caleg kini sedang harap-harap cemas menunggu hasil penghitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Beragam pernak-pernik peristiwa dan manuver politik terjadi selama tahapan pemilu digelar. Semua terekam rapi dalam benak masyarakat. Dari sekian banyak pernak-pernik peristiwa, buat saya hanya satu yang terasa nyangkut di hati.

Peristiwa itu terjadi di ujung-ujung jelang hari H pencoblosan. Yakni, pada Jumat 12 April lalu. Ketika ustadz Adi Hidayat sowan ke kediaman capres Prabowo Subianto.

Baca Juga : Puluhan Warga Swiss Belajar Bahasa Indonesia Virtual

Saat bertemu Prabowo, ustadz muda yang akrab disapa UAH itu, secara langsung menyampaikan dukungannya untuk Prabowo. Dalam tulisan ini saya emoh membahas efek elektoral dukungan UAH. Karena saya bukan pengamat politik. Bukan juga politisi. Dan buat apa juga efek elektoral dukungan UAH itu dibahas saat ini?

Toh pemungutan suara sudah dilakukan. Tapi jujur, saya terenyuh melihat cara UAH menyampaikan dukungannya. Dia memberi dukungan disertai dengan kontrak akhirat. Dimana kontrak akhirat itu?

Kontrak akhirat itu muncul ketika UAH bersaksi mengatakan; Jika Bapak (Prabowo) ditetapkan jadi (presiden) dan baik buat kemaslahatan sebagai bagian dari ibadah, maka saya akan menjadi orang pertama yang akan bersaksi di hadapan Allah di hari kiamat. Saya akan gandeng tangan Bapak ke surga. Tapi kalau Bapak mengkhianati amanah kepemimpinan, maka saya akan jadi orang pertama yang akan bersaksi atas kecurangan Bapak. Dan saya akan mohonkan (pada Allah) agar dilipatgandakan siksa Bapak di neraka. Maka bertakwalah pada Allah.

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Jika ditilik sepintas kontrak ini cukup berimbang terasa. Tapi juga ‘angker’ jika dihayati. Ini bisa jadi cara baru dalam berpolitik di tanah air. Lewat kontrak semacam ini mata batin setiap calon akan terketuk.

Saya bicara ini tak hanya fokus pada Prabowo, tapi juga pada Jokowi, dan para caleg. Kontrak semacam ini bisa menjadi rem bagi mereka. Agar tetap lurus dalam menjalankan amanah ketika terpilih kelak.

Ingat pertanggungjawaban terhadap amanah yang anda pegang itu tak hanya di dunia. Tapi juga di akhirat. Dengan begitu mereka tak akan berani coba-coba berbuat lancung, mengkhianati amanah.

Baca Juga : KKB Kembali Tembak Dua Warga Sipil Di Papua

Kalau kau berani berkhianat, maka sangat-sangat berat bebannya. Sampai ke akhirat. Upaya untuk mengingatkan kembali para politikus tentang adanya kehidupan setelah kematian, agaknya harus kembali dihidupkan.

Saat ini banyak politikus yang telah berkhianat pada rakyat, yang memberinya amanah. Jadi buat Pak Prabowo atau Pak Jokowi serta para caleg waspadalah...waspadalah!. Di akhirat engkau akan ditagih. ***