Ngopi - Pawai Obor Sambil Salawat
Catatan : M FIKY AZIS

RMco.id  Rakyat Merdeka - Diiringi musik angklung, anak-anak terlihat senang dan semangat menyambut bulan suci Ramadan di Kota Bekasi. Salawat pun berkumandang saat anak-anak bersama orangtuanya melakukan pawai obor mengelilingi tempat saya tinggal, sehari sebelum puasa, pada Sabtu (4/5) sore.

”Salatullah, salamullah,” teriak anak-anak sambil membawa obor dalam menyambut Ramadan.

Sebelum melakukan pawai obor, anak-anak bersama warga dihibur oleh alunan musik angklung selama satu jam. Gebyar musik angklung yang dimainkan oleh anak-anak muda ini, dimulai pukul 16.30 sampai 17.30 WIB sore.

Baca Juga : PDIP Bakal Dapat Tambahan Menteri, Fakta Apa Hoaks Ya

Usai shalat Magrib, acara dilanjutkan dengan pawai obor mengelilingi perumahan sambil bersalawat yang menunjukan bahwa Ramadan telah tiba. Pawai obor yang diikuti oleh remaja, anak-anak bahkan bapak-bapak dan ibu-ibu ini, dimulai dari depan Mushola Baitul Makmur hingga mengelilingi gang per gang rumah. Sambil berjalan, peserta pawai membaca doa dan salawat.

Acara yang digagas oleh DKM Mushola Baitul Makmur ini, bertujuan agar memberi kesan untuk anak-anak dalam menyambut Ramadan. Pawai obor dan music angklung ini juga untuk menurunkan ketegangan anak-anak usai ujian nasional.

Sebanyak 20 obor disediakan, dan diarak anak-anak mengelilingi perumahan dari gang depan sampai ke gang belakang. Melalui pawai obor, anak-anak menjadi tertarik dan antusias menyambut Ramadan. Mereka bekeliling sambil meneriaki Ramadan telah tiba.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Andi Wijaya, panitia DKM Baitul Makmur mengatakan, bahwa pawai obor dan musik angklung ini sudah menjadi tradisi lama masyarakat Indonesia. Namun tradisi ini baru pertama dilakukan oleh wilayah Mushola Baitul Makmur, pada Ramadan tahun ini. Ternyata antusias warga disini sangat tinggi. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan silaturahmi dilingkungan.

Andi berharap pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan tahun ini bisa dilakukan secara damai dan tenang. Anak-anak juga bisa makin semangat meningkatkan ibadahnya, yang tidak puasa juga bisa saling menghargai.

Pawai obor dan musik angklung ini bisa menjadi pengingat bagi anak-anak, remaja, bapak-bapak dan ibu-ibu warga Kota Bekasi, yang sudah lelah dengan hiruk pikuk pemilu, bahwa Ramadan telah tiba. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini, masyarakat Indonesia kembali bersatu untuk bersama sama membangun bangsa dan Negara yang lebih baik.