Ramadan dan Tukang Es

Ngopi - Ramadan dan Tukang Es
Catatan : RIFFMY

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ramadan membawa berkah bagi pedagang takjil. Baik yang tetap maupun musiman. Mendekati waktu buka puasa, dagangan laris manis.

Di kompleks perumahan saya, ada seorang pedagang es buah. Ia mangkal sudah puluhan tahun. Ia juga merasakan berkah bulan suci. Ramai pembeli. Namun ia merasa pembeli bulan Ramadan kali ini agak berkurang, dibanding tahun lalu.

Baca Juga : Bertahun-tahun Banjir dan Macet Kok Dibiarkan Sih...

Dari mana hitungannya? Ramadan lalu ia kewalahan meladeni pembeli. Sampai perlu melibatkan istrinya. Ramadan kali ini ia bisa meladeni sendiri. Pembeli tidak sampai antre mengerubung. Beberapa menit menjelang bedug magrib sudah sepi.

Perkiraan tukang es buah itu ada benarnya juga. Belakangan, bermunculan kios-kios yang menjual minuman dingin. Menunya beragam. Rasanya tak kalah dengan racikan gerai kopi terkemuka yang ada di mal-mal. Pembelinya antre mengular. Terkadang sampai bikin lalu lintas tersendat.

Baca Juga : Kena Corona, Bisnis Merana

Saking ramainya pembeli bermotor. Harga minumannya tak jauh berbeda dengan es buah. Pembayarannya bisa non tunai. Tak perlu pakai kartu debit dan lainnya. Cukup menggunakan handphone. Dengan men-scan barcode pakai kamera handphone. Lalu muncul notifikasi jika transaksi berhasil.

Sistem pembayaran cashless yang dikembangkan perusahaan transportasi berbasis online itu, bahkan menawarkan cashback 20 hingga 30 persen. Cashback langsung diterima begitu transaksi selesai. Adanya cashback ini menjadi faktor penarik.

Baca Juga : Bamsoet: Advokat Harus Mampu Manfaatkan Kemajuan Teknologi di Bidang Hukum

Ini sama saja pembeli mendapat potongan harga atau diskon. Jumlahnya lumayan. Maksimal sampai Rp 20 ribu. Bisa jadi menjamurnya kios penjual minuman itu mengerus pasar es buah.

Meski muncul banyak pesaing di sektor pelepas dahaga, tukang es buah tidak mengeluh. Ia yakin tetap ada pembeli. “Rezeki sudah ada yang ngatur." ***