Belajar Sabar

Catatan : ADITYA NUGROHO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ramadan tahun ini menjadi tempat untuk belajar sabar. Karena saya harus menghadapi kemacetan parah setiap menjelang buka puasa. Sudah seminggu ini jam kerja saya berubah. Yang tadinya berangkat siang berubah menjadi sore karena saya kebagian mengerjakan halaman malam.

Saat masih pegang halaman siang, saya biasanya berangkat kerja dari rumah pukul 13.00 WIB. Jam segitu jalanan lancar. Jarak rumah saya di Cibinong ke kantor di Permata Hijau mencapai 45 Kilometer (Km). Jadi kalau ditotal pulang pergi jaraknya mencapai 95 Km.


Sedangkan, lama waktunya paling cepat 1,5 jam. Sejak kebagian pegang halaman malam, jam berangkat kerja saya berubah menjadi berbarengan dengan jam orang pulang kerja. Sudah bisa dipastikan kondisinya semerawut dan macet di mana-mana.

Berita Terkait : Dibentak Abang Ojek Online

Ditambah, saat Ramadan jam kerja PNS juga cepat. Mereka pulang sekitar pukul 15.00 WIB. Saya sudah mencoba berbagai rute untuk ke kantor mencari yang lebih cepat. Namun, hasilnya tetap sama saja. Rute pertama yang saya coba adalah Jalan Raya Bogor-Margonda Lenteng Agung-Tb Simatupang-Fatmawati-Haji Nawi-Pondok Indah-Jalan Panjang.

Melalui jalur tersebut saya harus menghabiskan waktu 2 jam. Dan, itu menggunakan sepeda motor. Pada jalur ini ada beberapa titik kemacetan. Mulai dari lampu merah persimpangan Depok, depan Stasiun Lenteng Agung, Jalan TB Simatupang sampai lampu merah Ragunan. Kemudian, lampu merah Fatmawati, dan Jalan Panjang.


Rute kedua adalah Jalan Raya Bogor-Margonda-Lenteng Agung-Pasar Minggu-Kalibata-Pancoran-Gatsu-Slipi-Palmerah. Melalui jalur ini saya menghabiskan waktu 2-2,5 jam.

Berita Terkait : Pawai Obor Sambil Salawat

Pada rute ini titik kemacetannya lebih banyak dan panjang. Selain membludaknya jumlah kendaraan pulang kantor, kemacetan juga disebabkan banyak tukang parkir ‘pak ogah’ yang sering menyetop jalan karena mementingkan mobil yang akan masuk atau keluar gang, karena mereka pasti diberikan uang parkir. Ditambah sikap banyak pengemudi yang tidak sabaran.

Kondisi ini berbeda dengan Thailand. Pengalaman di Negeri Gajah Putih itu para pengemudinya sabar-sabar. Bahkan ketika sedang macet total, jika ada mobil yang mau keluar gang atau masuk jalan diberikan.


Kalau di Indonesia sudah pasti tidak diberi jalan. Diklaksonin terus yang ada. Selain itu, mereka juga tertib tidak saling serobot di jalan saat macet. Alhasil, macet di sana tidak tidak pernah lama. ***

RM Video