Tersangka Dugaan Kasus Makar

Ditemani Kuasa Hukum, Sofyan Jacob Diperiksa Polisi

Klik untuk perbesar
Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Pol Muhammad Sofyan Jacob. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (Purn) Sofyan Jacob memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Senin (17/6). Ditemui sekitar pukul 10.00 WIB,seperti yang dilansir kantor berita Antara, saat Sofyan akan masuk ke Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan ditemani tim kuasa hukumnya, mengaku tidak tahu menahu permasalahan apa sehingga dirinya dipanggil untuk diperiksa.

"Saya nggak tahu, saya nggak tahu apa salah saya jadi saya akan datang sebagai purnawirawan Polri yang taat pada hukum. Jadi saya akan penuhi panggilan panggilan ini, terima kasih," kata Sofyan di depan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/6).

Berita Terkait : Amankan Pertandingan Indonesia - Thailand, Polda Metro Jaya Kerahkan 10.000 Personel


Dalam kasus ini, Sofyan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar beberapa waktu lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut kasus itu merupakan kasus limpahan dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya.

Argo menambahkan Sofyan diduga ikut bermufakat dalam upaya makar dan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Sofyan disebut menyebarkan berita bohong atau hoaks saat pidato di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 17 April 2019.

Berita Terkait : Kalpolda Metro Jaya : Bukan Gudang Peluru Yang Terbakar Melainkan Ruangan Bawah Tanah

"Tentunya untuk kasus makar ini ada beberapa yang sudah kami lakukan pemeriksaan, untuk Sofyan Jacob tentunya yang bersangkutan kan ikut permufakatan ya di sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6) lalu.


"Misalnya ada pemerintah yang kegiatan curang, kemudian ada klaim 'kemenangan' juga ada disampaikan di sana. Tentunya yang berhak menyampaikan pemilu adalah KPU, secara undang-undang yang sah untuk menyampaikan untuk pemenangnya seperti itu," pungkasnya. [SRI]